Mataram, 13/9 (ANTARA) - Jajaran Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyediakan mobil derek untuk membantu pemudik lebaran yang mobilnya macet dalam perjalanan arus mudik.
"Mobil derek itu disediakan di lokasi strategis agar mudah digerakan ke lokasi tujuan, dan tidak dipungut biaya," kata Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Operasional Daerah (Opsda) Ketupat Rinjani Tambora (Rintam) 2009, Kombes Pol Andri Y.B. di Mataram, Ahad.
Kombes Andri yang kesehariannya menjabat Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda NTB itu mengatakan, jika pemudik mengalami kemacetan di jalan segeralah menghubungi Polda NTB untuk ditindaklanjuti sesuai kemampuan polisi.
Mobil derek terdekat dari lokasi kejadian yang akan digerakan ke lokasi pemudik yang mobilnya macet.
"Saya tegaskan lagi, pelayanan mobil derek itu gratis atau tanpa dipungut biaya sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya.
Kendati demikian, Andri mengingatkan para pemudik menggunakan kendaraan bermotor agar mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan sebelum meninggalkan rumah menuju daerah tujuan mudik,
"Periksalah kendaraan anda, jangan biarkan terjadi mogok di jalan hanya karena keteledoran pengguna kendaraan itu," ujarnya.
Andri juga mengingatkan para pemudik untuk mentaati berbagai aturan berlalu lintas dan mewaspadai lokasi rawan kecelakaan dan rawan kemacetan lalu lintas.
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi NTB telah menetapkan tujuh lokasi rawan kecelakaan lalu lintas untuk dipahami pengguna jalan terutama para pemudik lebaran.
Tujuh lokasi rawan kecelakaan itu yakni Pusuk (ruas jalan Mataram-Tanjung), Sambelia (ruas jalan Labuan Lombok-Sambelia), Taliwang (ruas jalan Tano-Taliwang), Lunyuk (Ruas jalan Sumbawa-Lunyuk), Nanga Tumpu (ruas jalan Sumbawa-Dompu), Kessi (ruas jalan Kempo-Calabai) dan Jurang Pengantin (ruas jalan Bima-Sape).
Dishubkominfo NTB juga menetapkan delapan lokasi rawan kemacetan lalu lintas untuk dipahami para pemudik lebaran dan komponen masyarakat lainnya.
Ketujuh lokasi rawan macet itu yakni Keru/Sedau (Kabupaten Lombok Barat), Kopang (Lombok Tengah), Masbagik (Lombok Timur), Aikmel (Lombok Timur), Pringgabaya (Lombok Timur), Alas (Sumbawa), Soriutu (Kempo) dan Sila (Bima).(*)