Moskow (ANTARA) - Inggris sedang bersiap mengevakuasi sedikitnya 94.000 warganya dari Timur Tengah yang telah mendaftarkan detail kontak mereka ke Kantor Luar Negeri di tengah eskalasi kawasan, lapor Daily Mail.
Laporan tersebut, sebagaimana dikutip RIA Novosti, Senin (2/3), menekankan bahwa sebagian besar warga negara Inggris di kawasan itu merupakan wisatawan, baik yang sedang berlibur di Timur Tengah maupun yang sedang dalam perjalanan menuju wilayah lain.
Surat kabar itu mencatat skala operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, serta melaporkan bahwa otoritas Inggris sedang bernegosiasi dengan maskapai-maskapai besar Arab untuk mengamankan kerja sama mereka.
Baca juga: Inggris, Prancis, Jerman ambil langkah pertahanan atas serangan Iran
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama pada Sabtu (28/2) terhadap target-target Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan berupa rudal ke wilayah Israel serta ke fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai tindakan perlindungan diri.
Serangan terhadap Iran terjadi meskipun pada pekan ini telah berlangsung perundingan yang dimediasi oleh Oman antara Washington dan Teheran terkait isu nuklir Iran di Jenewa, Swiss.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: China kecam serangan AS-Israel yang tewaskan Ali Khamenei
Baca juga: Petualangan Trump di Iran untuk katrol popularitas di dalam negeri?
Baca juga: Timur Tengah di titik panas baru
Baca juga: Trump serukan rakyat Iran bangkit, Klaim Komandan Militer Iran menyerah