Jakarta (ANTARA) - Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner siap melanjutkan performa impresifnya pada  Internazionali BNL d'Italia dengan kembali berlatih di lapangan Foro Italico, Kamis, usai menjuarai turnamen Madrid pekan lalu. 

Sinner datang ke Roma dengan misi memburu gelar ATP Masters 1000 ke-10 sehingga berpeluang mengukir sejarah Career Golden Masters dengan memenangi keseluruhan sembilan ajang seri tersebut di Roma.

"Tentu ini turnamen yang sangat spesial, terutama bagi kami orang Italia," kata Sinner dalam konferensi pers pra-turnamen seperti dikutip ATP.

Pada laga pembuka, petenis Italia berusia 24 tahun itu akan menghadapi pemenang pertandingan antara Sebastian Ofnerdan Alex Michelsen. Sinner memanfaatkan waktu beberapa hari setelah menjuarai Madrid untuk beristirahat total sebelum kembali menjalani latihan di Foro Italico.

"Hari ini adalah hari pertama saya kembali berlatih di sini," ujar Sinner.

Finalis ATP Masters 1000 Roma musim lalu itu memiliki catatan 14 kemenangan dan enam kekalahan dalam turnamen tersebut. Pada edisi 2024, langkahnya terhenti di babak final setelah dikalahkan rivalnya, Carlos Alcaraz.

Sinner juga berpeluang mencatat rekor penting, termasuk menjadi petenis Italia pertama sejak Adriano Panatta pada 1976 yang menjuarai nomor tunggal di Roma.

Baca juga: Petenis Sinner mencatatkan sejarah Masters 1000 dengan gelar di Madrid Open 2026

"Tempat ini selalu terasa spesial selama bertahun-tahun," kata Sinner.

Ia mengenang keputusan besar yang diambilnya saat berusia 13 tahun untuk meninggalkan rumah demi mengejar karier tenis profesional.

"Keputusan itu tidak mudah karena saya harus meninggalkan keluarga saya, tetapi saya tahu mereka akan selalu mendukung saya," ujar Sinner.

Menurut dia, tantangan terbesar saat itu adalah meninggalkan lingkungan pertemanan dan menyesuaikan diri dengan kehidupan baru.

Baca juga: Jannik Sinner jalani latihan intens, siap puncaki BNP Paribas Open 2026

Tapi ia melihat pengalaman tersebut membantunya berkembang, tidak hanya sebagai atlet tetapi juga sebagai pribadi.

"Sejak usia 13 setengah tahun, semuanya telah berubah. Tetapi saya percaya itu baik bagi saya untuk tumbuh sebagai pribadi terlebih dahulu, kemudian sebagai pemain," kata Sinner.

Keputusan itu membawa Sinner menjadi petenis Italia pertama yang menempati peringkat satu dunia dan mengoleksi 28 trofi, termasuk empat Grand Slam.