RTMB SEGERA GELAR TRACKING INTERNASIONAL 2010
Sabtu, 13 Februari 2010 13:43 WIB
Mataram, 13/2 (ANTARA) - Pengurus Rinjani Tracking Management Board (RTMB) segera menggelar Rinjani Tracking Internasional 2010 yang antara lain untuk memacu kunjungan wisatawan ke salah satu obyek wisata andalan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.
"Saya akan segera bertolak ke Jakarta untuk memantapkan pelaksanaan tracking internasional itu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Gita Ariadi yang juga Ketua RTMB periode 2008-2013 itu, di Mataram, Sabtu.
Ariadi mengatakan, kegiatan "tracking" internasional di Gunung Rinjani itu akan melibatkan para pendaki dalam jumlah yang lebih banyak (carrying capacity) jika dibandingkan dengan pendakian biasa. Bahkan, pengurus RTMB bersedia menggelar perlombaan pendakian jika dikehendaki publik.
"Bisa digelar lomba pendakian ke puncak Gunung Rinjanji, nanti kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait lainnya," ujarnya.
Upaya koordinasi itu juga akan dilakukan dengan pelari dari Yugoslavia yang pernah mengagendakan perlombaan lari menuju puncak Gunung Rinjani, yang direncanakan pertengahan tahun 2010.
Diakuinya, RTMB dituntut untuk meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan yang hendak melakukan pendakian di Gunung Rinjani, terutama jaminan aman dan nyaman saat berkunjung ke salah satu lokasi wisata andalan di Pulau Lombok itu.
Peningkatan pelayanan pendakian Gunung Rinjani itu antara lain merupakan solusi atas keluhan sejumlah wisatawan asing yang merasa diperlakukan tidak adil dalam pelayanan tarif porter (jasa angkutan barang saat pendakian).
Beberapa waktu lalu, sejumlah wisatawan asing mengeluhkan ulah porter yang membantu kelancaran proses pendakian namun menarik upah yang dianggap melebihi nilai kewajaran.
Namun, hal itu merupakan persoalan kasuistik yang telah diselesaikan secara kekeluargaan dan ulah portir seperti itu diupayakan tidak terulang kembali.
RTMB merupakan pengelola kegiatan pendakian Gunung Rinjani sebuah badan lintas sektoral yang melibat unsur pemerintah, swasta, masyarakat dan pelaku pariwisata.
Sementara Gunung Rinjani yang merupakan gunung api tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci (3.800 meter) yang terletak di Sumatra, merupakan geowisata yang ramai dikunjungi wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.
Potensi geowisata itu berupa panorama kaldera, danau, puncak, kawah, air terjun, mata air panas, goa, sejarah letusan, lubang letusan dan aliran lava baru sehingga tengah diusulkan menjadi geopark pertama di Indonesia.
Gunung berapi yang tingginya mencapai 3.726 meter dari permukaan laut (dpl), akan dijadikan geopark atau taman bumi pertama di Indonesia atau geopark ke-54 yang tersebar pada 17 negara di dunia.
Sejak dikelola RTMB, Rinjani telah beberapa kali meraih penghargaan nasional maupun internasional antara lain World Agency Award 2004 dan Tourism For Tomorrow Awards pada tahun 2006 dan 2008.
Musim pendakian Gunung Rinjani dimulai pertengahan April hingga awal Desember sesuai kondisi cuaca.
Jalur pendakian hingga menggapai Danau Segara Anak dapat melalui dua jalur resmi yakni jalur pendakian Senaru dengan waktu tempuh 7-10 jam berjalan kaki karena jaraknya kurang lebih delapan kilometer, dan jalur Sembalun dengan waktu tempuh relatif sama yakni 8-10 jam.
Pengunjung yang sudah berada di Pelawangan masih membutuhkan waktu 4-5 jam untuk menggapai puncak Gunung Rinjani melalui jalur pendakian yang ditetapkan, namun melewati kawasan hutan.(*)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026