Mataram (ANTARA) - Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Hadrian Irfani menegaskan sampai dengan saat ini pihaknya belum memutuskan siapapun bakal calon bupati atau walikota yang nantinya diusung di tujuh daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2020.

"Kalau ada bakal calon bupati atau walikota yang mengklaim sudah di dukung PKB, itu semua tidak benar," ujarnya di Mataram, Kamis.

Ia menjelaskan, untuk menentukan siapa bakal calon bupati atau wakil bupati dan walikota atau wakil walikota, PKB memiliki mekanisme sendiri. Di mana, setiap bakal calon di masing - masing daerah harus mengikuti proses penjaringan dimulai dari proses pendaftaran di tingkat DPC hingga mengikuti uji kelayakan dan kepatutan melalui penyampaian visi misi di DPW PKB NTB.

"Nah dari semua tahapan itu kemudian PKB memberikan rekomendasi untuk dikirim ke DPP untuk selanjutnya diputuskan siapa bakal calon yang nanti diusung oleh PKB," jelas Hadrian Irfani.

Anggota DPRD NTB ini, menyatakan untuk tujuh daerah yang akan melaksanakan pilkada sudah diputuskan masing-masing bakal calon yang direkomendasikan ke DPP. Tujuh daerah tersebut, yakni bakal calon bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Sumbawa lima calon. Kota Mataram pasangan H. Makmur Said dan Badrutamam Ahda.

Kemudian, Lombok Utara H Djohan Syamsu. Sementara, untuk Sumbawa Barat belum ada nama bakal calon yang direkomendasikan dan Lombok Tengah dari tujuh bakal calon, dua di antaranya masih dalam pertimbangan.

"Nanti nama-nama yang dikirim ke DPP ini akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPP PKB Jakarta pada 27-30 Januari," katanya.
 

Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024