Mataram (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) bersama Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Wathan (Lazan NW) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

"Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas lintas daerah dari Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk masyarakat Aceh yang hingga kini masih berupaya bangkit dari dampak bencana," kata Ketua Umum PBNW Dr TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani dalam keterangan tertulisnya di Mataram, Senin.

Selain bantuan logistik, PBNW dan Lazah NW juga menggulirkan program pembangunan sumur bor di sejumlah titik terdampak bencana.

“Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral. Alhamdulillah, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi seluruh jamaah dan para donatur,” ujarnya.

Ia menegaskan, musibah yang menimpa masyarakat Aceh bukan hanya duka bagi daerah setempat, melainkan juga duka seluruh umat. Oleh karena itu, Nahdlatul Wathan berkomitmen untuk selalu hadir dalam aksi-aksi kemanusiaan.

Baca juga: Danantara sinergikan BUMN bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN sambung listrik

Menurutnya, aksi kemanusiaan ini merupakan implementasi nyata dari Trilogi Perjuangan Nahdlatul Wathan, yakni pendidikan, sosial, dan dakwah, sebagaimana amanah pendiri Nahdlatul Wathan Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid yang merupakan pahlawan nasional.

“Nahdlatul Wathan tidak hanya bergerak di bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga hadir di ruang-ruang kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk terus berada di tengah masyarakat, terutama saat mereka menghadapi kesulitan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menyalurkan ratusan paket sembako, perlengkapan memasak, serta logistik darurat guna memenuhi kebutuhan dasar para korban bencana di Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Selain bantuan konsumtif, juga memfokuskan program jangka panjang melalui pembangunan sumur bor, khususnya di fasilitas umum dan rumah ibadah yang terdampak bencana.

“Ini adalah amanah dari jamaah yang telah berinfak. Semoga setiap tetes air yang mengalir dari sumur bor ini menjadi pahala yang tidak terputus,” ucapnya.

Program sumur bor tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan air bersih masyarakat pascabencana serta mendukung kembali aktivitas ibadah, pendidikan keagamaan, dan kehidupan sosial warga setempat.

Baca juga: Sumatra floods death toll reaches 1,177 as of January 4: BNPB
Baca juga: Aktivitas pasar di Aceh Tamiang mulai ramai
Baca juga: Menhan Sjafrie pimpin rapat koordinasi Satgas Kuala di Aceh Tamiang


Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026