Jakarta (ANTARA) - Tim Media Presiden melaporkan bahwa personel TNI terus menunjukkan dedikasi tanpa henti dalam membantu percepatan pemulihan wilayah Aceh pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah itu.

"Dengan semangat gotong royong, para prajurit turun langsung ke tengah masyarakat, membersihkan dan memperbaiki rumah warga yang terdampak lumpur dan kerusakan parah," demikian petikan keterangan Tim Media Presiden di Jakarta, Minggu.

Dari laporan aktual Tim Media Presiden di lapangan, Minggu, di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, personel TNI membantu pembersihan rumah milik Ibu Fatimah. Hingga kini, progres pembersihan telah mencapai 47 persen. Sebagian ruangan masih tertimbun lumpur basah yang cukup tebal.

Bermodalkan sekop dan cangkul, para prajurit bahu-membahu mengangkat lumpur sedikit demi sedikit. Keringat bercucuran, namun semangat tetap terjaga demi meringankan beban warga. Sementara itu, di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, TNI terlibat dalam pemulihan rumah warga yang roboh akibat banjir bandang. Rumah kayu tersebut tampak hancur, menyisakan puing-puing yang berserakan.

Puluhan personel TNI tampak sibuk memisahkan kayu-kayu bekas rumah untuk kemudian disiapkan pembangunan ulang. Debu beterbangan di udara, namun pekerjaan terus berjalan dengan penuh kehati-hatian.

Di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, TNI juga melaksanakan pembersihan rumah milik Ibu Afasah. Lumpur masih menumpuk di sebagian besar ruangan rumah. Dengan cangkul dan sekop, personel TNI tak kenal lelah memindahkan lumpur ke tempat pembuangan.

Baca juga: Presiden Prabowo pertimbangkan bentuk tim investigasi selidiki kematian Affan

Suasana hangat pun tercipta, saat para prajurit membersihkan lumpur sambil berbincang ringan dan mendengarkan alunan musik sederhana yang menemani kerja mereka.

Tak jauh dari lokasi tersebut, rumah milik Nek Nuriyah juga menjadi sasaran pembersihan. Rumah bercat hijau itu perlahan mulai memperlihatkan lantai dasarnya setelah sisa-sisa lumpur dibersihkan oleh personel TNI. Setiap sekop lumpur yang diangkat membawa harapan baru bagi sang pemilik rumah.

Baca juga: Tim SCTV sukses mempertahankan gelar juara Mandiri Media Cup

Selain itu, pembersihan juga dilakukan di rumah Ibu Cut Putri, yang masih dipenuhi lumpur basah di setiap ruangan. Dengan mengenakan sepatu boot, personel TNI terus menyekop lumpur tanpa mengenal lelah.

Kehadiran TNI menjadi bukti nyata bahwa negara selalu hadir di tengah rakyat, khususnya saat masa sulit, demi mempercepat pemulihan dan mengembalikan harapan masyarakat Aceh.


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026