Kucing peliharaan di Inggris hewan pertama yang positif corona
Rabu, 29 Juli 2020 0:20 WIB
Ilustrasi: Dokter hewan Wendy Jane McCulloch memeriksa Ivy, kucing berusia 8 tahun, di kantor Botanica Inc yang tutup saat ia melakukan kunjungan ke rumah, dengan protol keamanan tambahan pada beberapa minggu terakhir di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Manhattan, New York City, Amerika Serikat, Selasa (31/3/2020). (ANTARA/REUTERS/CAITLIN OCHS/TM)
London (ANTARA) - Otoritas Inggris pada Senin (27/7) mengungkapkan bahwa virus corona jenis baru untuk pertama kalinya terdeteksi pada seekor kucing peliharaan di negara tersebut.
Infeksi itu dikonfirmasi pekan lalu setelah tes COVID-19 dilaksanakan di laboratorium Animal and Plant Health Agency (APHA) di Weybridge, menurut pernyataan lembaga-lembaga terkait.
Departemen Lingkungan, Pangan dan Urusan Perdesaan, serta APHA (Lembaga Kesehatan Flora dan Fauna) melalui pernyataan mengemukakan bahwa temuan itu menjadi kasus COVID-19 pertama ya h terkonfirmasi pada hewan di Inggris.
Namun, "tidak ada bukti yang mengindikasikan bahwa hewan tersebut menularkan penyakit itu ke pemiliknya atau bahwa kucing atau hewan-hewan peliharaan lainnya dapat menularkan virus ke manusia," lanjut pernyataan itu.
Otoritas menyebutkan "bukti menunjukkan bahwa kucing tersebut tertular virus corona dari majikannya, yang sebelumnya terbukti positif COVID-19."
Kucing dan pemiliknya kini sembuh secara sempurna dan hewan lain di rumah tersebut tidak terinfeksi, menurut pernyataan.
Hingga kini, hampir sekitar 45.000 orang di Inggris meninggal akibat virus corona.
Inggris merupakan salah satu negara yang paling parah terdampak pandemi COVID-19, sekaligus mencatat jumlah kematian tertinggi di Eropa.
Sumber: Anadolu
Infeksi itu dikonfirmasi pekan lalu setelah tes COVID-19 dilaksanakan di laboratorium Animal and Plant Health Agency (APHA) di Weybridge, menurut pernyataan lembaga-lembaga terkait.
Departemen Lingkungan, Pangan dan Urusan Perdesaan, serta APHA (Lembaga Kesehatan Flora dan Fauna) melalui pernyataan mengemukakan bahwa temuan itu menjadi kasus COVID-19 pertama ya h terkonfirmasi pada hewan di Inggris.
Namun, "tidak ada bukti yang mengindikasikan bahwa hewan tersebut menularkan penyakit itu ke pemiliknya atau bahwa kucing atau hewan-hewan peliharaan lainnya dapat menularkan virus ke manusia," lanjut pernyataan itu.
Otoritas menyebutkan "bukti menunjukkan bahwa kucing tersebut tertular virus corona dari majikannya, yang sebelumnya terbukti positif COVID-19."
Kucing dan pemiliknya kini sembuh secara sempurna dan hewan lain di rumah tersebut tidak terinfeksi, menurut pernyataan.
Hingga kini, hampir sekitar 45.000 orang di Inggris meninggal akibat virus corona.
Inggris merupakan salah satu negara yang paling parah terdampak pandemi COVID-19, sekaligus mencatat jumlah kematian tertinggi di Eropa.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo dan Wakil Perdana Menteri Inggris bertemu bahas kucing peliharaan
22 November 2024 10:35 WIB, 2024
Karantina Balipapan cegah masuk 26 hewan ternak babi tanpa sertifikat
01 December 2022 5:23 WIB, 2022
Gara-gara anjing buang kotoran sembarangan, pria ini tewas dipukul tetangganya
27 July 2021 19:55 WIB, 2021
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pemimpin Lai Ching-te: Jika Pemerintah China kuasai Taiwan, negara lain bisa jadi target
13 February 2026 3:42 WIB