Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menutup Wisma Nusantara sebagai fasilitas isolasi terpadu untuk pasien COVID-19, baik pasien dalam pengawasan maupun pasien positif COVID-19.

"Penutupan Wisma Nusantara dilakukan karena jumlah pasien positif COVID-19 mulai turun dan pasien suspek sudah tidak ada, sebab mereka rata-rata memilih isolasi mandiri. Jadi buat apa kita biayai kamar kosong tidak terpakai," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Rabu.

Menurutnya, penutupan Wisma Nusantara sebagai lokasi isolasi terpadu pasien COVID-19 telah dilakukan sekitar dua minggu. Karenanya, saat ini isolasi bagi pasien COVID-19 dipusatkan di rumah sakit, baik RSUD Kota Mataram, RSU Provinsi NTB, maupun di rumah sakit swasta yang ada di Mataram, bahkan tidak sedikit pasien positif COVID-19 memilih isolasi mandiri di rumah, karena mereka dalam kondisi baik dan sehat.

"Kendati pasien positif COVID-19 melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, tetap di bawah pengawasan tim medis," ujarnya.

Ia mengatakan berdasarkan data terakhir dari Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Rabu (16/9) pukul 12.00 Wita, mencatat jumlah pasien positif COVID-19 sebanyak 1.117 orang, 65 diantaranya masih dalam perawatan, 973 orang dinyatakan sembuh dan 79 orang meninggal dunia.

"Selain itu, tercatat 1 kasus suspek yang masih isolasi dan 246 orang teridentifikasi kontak erat dan masih melakukan karantina," ujarnya.

Dengan melihat jumlah pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 65 orang, ia menilai bisa ditampung di rumah sakit yang ada dengan fasilitas memadai, terutama di RSUD Kota Mataram dan RSUP NTB.

"Bahkan, pasien yang dinyatakan positif COVID-19 dan dalam kondisi baik serta sehat lebih memilih isolasi mandiri di rumah masing-masing," katanya.

Swandiasa mengatakan dengan ditutupnya Wisma Nusantara sebagai lokasi isolasi pasien COVID-19, pemerintah kota saat ini tidak memiliki fasilitas untuk isolasi terpadu kecuali rumah sakit.

"Untuk isolasi, pasien yang dinyatakan positif COVID-19 memiliki dua opsi, yakni isolasi di rumah sakit atau di rumah masing-masing," ujarnya.

Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024