Mataram (ANTARA) - Sebanyak 63 rumah panggung dan permanen (terbuat dari tembok) dilaporkan terbakar di Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, pukul 14.20 WITA.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima M. Candra Kusuma, AP, yang dihubungi dari Mataram, Minggu petang, mengakui adanya peristiwa kebakaran puluhan rumah tersebut, namun belum diketahui secara pasti penyebabnya.

"Informasi sementara dari warga dan camat bahwa kebakaran disebabkan dari api pembakaran sampah. Tapi ini belum final, baru informasi awal dari pak camat," katanya.

Untuk sementara, kata dia, tidak ada korban jiwa maupun warga luka-luka dalam musibah tersebut. Namun, sebanyak 63 kepala keluarga harus mengungsi karena rumah dan harta bendanya terbakar.

"Kami sudah bangun tenda untuk para pengungsi, dan kami juga sudah menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa ratusan nasi bungkus sesuai perintah Bupati Bima," ujar Candra.

Ia mengatakan para petugas pemadam kebakaran bersama warga bahu membahu menyiramkan air menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WITA.

Hingga pukul 19.00 WITA, kata dia, petugas pemadam kebakaran bersama warga masih melakukan pendinginan agar api tidak kembali menyala.

"Kami kesulitan memadamkan api secara cepat karena kondisi bangunan yang terbakar banyak terbuat dari kayu, ditambah angin yang cukup kencang," ucap Candra.

 

Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024