Sebanyak 42 aksara kuno babad dan lontar dipamerkan di Museum NTB
Selasa, 30 November 2021 16:54 WIB
Sebagian dari 42 aksara kuno dalam babad dan lontar Suku Sasak dipamerkan di Museum Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Mataram, sejak 30 November sampai 5 Desember 2021. (FOTO ANTARA/Tim Magang UIN Mataram)
Mataram (ANTARA) - Sebanyak 42 aksara kuno dalam babad dan lontar Suku Sasak dipamerkan di Museum Nusa Tenggara Barat (NTB), Mataram, sejak 30 November sampai 5 Desember 2021.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah, Selasa, di Mataram menjelaskan tujuan dari kegiatan ini untuk memperkenalkan aksara, babad dan lontar Suku Sasak pada masa silam.
Ia menjelaskan bahwa dengan cara itu bisa merawat memori sejarah dan politik daerah NTB.
"Karena lewat naskah kita bisa mengetahui apa yang terjadi di abad terdahulu," katanya.
Julmansyah menambahkan museum dan perpustakaan ibarat dua mata koin yang tidak bisa dipisahkan. Museum merupakan etalase masa lalu sedangkan perpustakaan merupakan etalase masa depan.
Sementara itu, Kepala Museum NTB, Bunyamin berharap masyarakat NTB baik pelajar maupun masyarakat umum dapat mengunjungi pameran tersebut
"Semoga bisa menambah wawasan pengetahuan masyarakat khususnya pelajar, sehingga tumbuh dalam diri kita rasa bangga," katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah, Selasa, di Mataram menjelaskan tujuan dari kegiatan ini untuk memperkenalkan aksara, babad dan lontar Suku Sasak pada masa silam.
Ia menjelaskan bahwa dengan cara itu bisa merawat memori sejarah dan politik daerah NTB.
"Karena lewat naskah kita bisa mengetahui apa yang terjadi di abad terdahulu," katanya.
Julmansyah menambahkan museum dan perpustakaan ibarat dua mata koin yang tidak bisa dipisahkan. Museum merupakan etalase masa lalu sedangkan perpustakaan merupakan etalase masa depan.
Sementara itu, Kepala Museum NTB, Bunyamin berharap masyarakat NTB baik pelajar maupun masyarakat umum dapat mengunjungi pameran tersebut
"Semoga bisa menambah wawasan pengetahuan masyarakat khususnya pelajar, sehingga tumbuh dalam diri kita rasa bangga," katanya.
Pewarta : Riza Fahriza*Tim Magang UIN Mataram
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jejak peradaban abad ke-13 muncul dari lahar Samalas, Gubernur NTB turun tangan
23 January 2026 17:59 WIB
Bambang Soesatyo mendorong PPMKI lestarikan kendaraan kuno di Indonesia
04 January 2025 15:58 WIB, 2025
Museum Negeri NTB pamerkan koleksi naskah kuno dan kain di Surabaya
21 November 2024 20:58 WIB, 2024
Sekolah filologika Museum NTB jadi harapan baru pelestarian naskah kuno
04 November 2024 16:48 WIB, 2024
Kemarin, BRIN teliti manuskrip kuno, kota ramah anak hingga UNW Mataram tanam 1000 pohon
27 October 2024 6:52 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
PLN NTB Dorong Literasi Kesehatan Anak Lewat Kolaborasi Mahasiswa Internasional
30 November 2025 23:16 WIB
Seni bercerita penting bagi komunikasi anak dan orang tua, kata Raffi Ahmad
16 November 2025 14:51 WIB
Ketua PBNU ajak santri & warga NU jangan kecil hati soal penghinaan pesantren
14 October 2025 15:34 WIB
Guru Besar IPB: Mega potensi ekowisata dimiliki Indonesia tak masuk unggulan Kabinet Merah-Putih
21 September 2025 8:38 WIB