Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menginstruksikan upaya penyelamatan dan pendataan artefak-artefak bersejarah yang tertimbun material lahar dingin akibat letusan Gunung Samalas.

"Di Tanak Beaq ada satu lokasi yang luar biasa karena di sana bisa melihat lahar dingin dari letusan Gunung Samalas abad ke-13," ujarnya di Mataram, Jumat.

Iqbal mengatakan setiap aktivitas penggalian tanah di sana, masyarakat kerap menemukan artefak peradaban lampau yang tertimbun material lahar dingin Gunung Samalas.

Baca juga: Sejarah dunia berjejak di NTB, Gubernur Iqbal usul 50 museum baru

Menurutnya, artefak-artefak itu masih disimpan secara mandiri oleh penduduk sekitar.

"Kalau tidak segera kita selamatkan akan hilang entah kemana, sehingga kita kehilangan jejak sejarah di Tanak Beaq tersebut," kata Iqbal.

Lebih lanjut ia menyampaikan kawasan Tanah Beaq yang berlokasi di Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi museum geologi yang dapat menjadi destinasi wisata sekaligus ruang edukasi.

Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, erupsi Gunung Samalas atau populer disebut Gunung Rinjani pada tahun 1257 menyebabkan hilangnya kerajaan bernama Pamatan yang berlokasi di Tanak Beaq.

Kampung tersebut memiliki banyak artefak dan peninggalan sejarah seperti peralatan memasak hingga gerabah yang bisa mengungkap cerita tentang peradaban masa lalu yang hidup di kaki Gunung Samalas.

Baca juga: Museum NTB siapkan museum tematik sejarah Tambora dan Samalas
Baca juga: Warga antusias pelajari artefak gunung purba saat Rinjani Color Run III
Baca juga: Museum NTB memamerkan koleksi sejarah gunung purba di Rinjani Color Run



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026