Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyiapkan anggaran untuk penghasilan tambahan minimal sebesar Rp500 ribu bagi 1.759 guru berstatus Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK-PW) pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.
"Khusus untuk guru PPPK-PW yang penghasilannya tergantung jam mengajar, kami berupaya di tengah keterbatasan fiskal untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik," ujar Iqbal pada upacara peringatan Hardiknas di lapangan Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB di Mataram, Sabtu.
Baca juga: Polres Lombok Tengah amankan oknum guru terlibat narkoba
Ia mengatakan kebijakan bagi guru PPPK-PW ini dilakukan sebesar harapan daerah dalam memajukan dunia pendidikan. Pemberian insentif tambahan ini mulai dilaksanakan pada September.
"Ini sebagai bentuk apresiasi dan perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB kepada guru berstatus PPPK-PW," katanya.
Gubernur NTB menegaskan bahwa Dinas Dikpora sebagai pengampu utama pendidikan, fokus kepada pembangunan manusia bukan sekadar fisik agar kualitas pendidikan meningkat.
"Kualitas pendidikan, artinya dinas, kepala sekolah dan guru mulai memikirkan agar seluruh anak memiliki akses pendidikan. Memastikan tidak ada anak putus sekolah, memastikan kualitas bahan ajar dan kualitas guru," ujarnya.
Dalam upacara peringatan Hardiknas ini, Gubernur NTB juga menyampaikan amanat nasional pendidikan dasar dan menengah dalam lima kebijakan strategis nasional, yakni revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi, pemenuhan kualifikasi dan kompetensi guru sebagai teladan dan kesejahteraan dalam bentuk beasiswa kuliah bagi guru.
Selain itu, penguatan pendidikan karakter melalui budaya dan lingkungan sekolah, kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi dan numerasi dalam science, technology, engineering and mathematics (STEM) dan tes kemampuan akademik, termasuk olahraga dan kesenian serta kebijakan layanan pendidikan yang mudah, murah dan fleksibel untuk berbagai penyebab putus sekolah dengan sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, komunitas belajar dan sekolah terbuka.
Baca juga: Wamendikdasmen pastikan Sekolah Rakyat ditopang guru berkualitas
Untuk mewujudkan pendidikan bermutu, empat ekosistem pendidikan dari sekolah, keluarga, masyarakat dan media diintegrasikan dalam regulasi dan kebijakan.
Dalam upacara peringatan tersebut, Gubernur NTB juga menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karyasatya kepada tiga orang pengajar dari SMA Negeri 5 Mataram, Siti Nurhani, SLB Negeri 1 Mataram, Kamtono dan SMK Negeri 1 Mataram Ahmad Quroni.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026