"Jauh sebelum Piala Dunia digelar bulan Juni, kami sudah menyiapkan videotron di alun-alun kota berukuran 6X9 dengan resolusi tinggi bagi masyarakat untuk nobar secara terus menerus. Jadi, seluruh pertandingan akan kita tayangkan melalui videotron,"

Lombok Barat, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat menyiapkan videotron berukuran 6X9 untuk dipakai nonton bareng (nobar) siaran Piala Dunia 2026 yang disiarkan TVRI selama satu bulan penuh.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini mengatakan videotron berukuran raksasa ini disiapkan untuk masyarakat setempat nobar Piala Dunia 2026.

"Jauh sebelum Piala Dunia digelar bulan Juni, kami sudah menyiapkan videotron di alun-alun kota berukuran 6X9 dengan resolusi tinggi bagi masyarakat untuk nobar secara terus menerus. Jadi, seluruh pertandingan akan kita tayangkan melalui videotron," ujarnya pada kegiatan bola gembira yang digelar Stasiun TVRI NTB di Taman Kota Gedung Giri Menang, Lombok Barat, Sabtu malam.

Bupati mengatakan adanya kegiatan nobar tersebut diharapkan dapat menghidupkan UMKM setempat sehingga pertumbuhan ekonomi Lombok Barat terus tumbuh yang dimulai dari desa.

"Alhamdulillah, setiap malam minggu bertambah terus UMKM yang berjualan di alun-alun kota. Sekarang ini sudah di atas 150 UMKM dan perputaran uang-nya dalam satu malam setiap pekan itu sampai ratusan juta. Ini menjadi kebanggaan kita UMKM tumbuh," tegas Bupati Lombok Barat.

Selain mendukung pertumbuhan ekonomi Lombok Barat melalui kehadiran UMKM, Bupati juga mengatakan pihaknya sudah memasang Wifi di pusat taman Kota Gerung tersebut secara gratis agar bisa dinikmati masyarakat setempat.

"Itu lah sekarang yang membuat Kota Gerung ini tumbuh, bahkan setiap pagi dan sore bahkan sampai malam selalu ramai, karena di taman kota ini ada tempat bermain anak-anak dan sebagainya," ujarnya.

Lalu Ahmad Zaini atau akrab disapa LAZ, mengaku sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada pemerintah pusat melalui Presiden Parabowo Subianto yang memerintahkan kepada TVRI untuk menyiarkan secara langsung Piala Dunia 2026 secara gratis. Karena sepakbola adalah olahraga yang paling banyak digemari masyarakat di Tanah Air.

"Tentu, dengan siaran ini kita harap terus tumbuh minat-minat masyarakat untuk menjadi atlet dari sejak dini sehingga bisa diprogramkan betul-betul menjadi pemain sepakbola uang bisa mengharumkan, daerah bangsa dan negara di tingkat yang lebih tinggi," katanya.

Sementara Kepala Stasiun TVRI NTB, Okta Helena Katijara, menegaskan penyiaran Piala Dunia 2026 oleh TVRI merupakan kado yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Indonesia untuk bisa menjamin akses menonton siaran langsung Piala Dunia secara gratis.

"Siaran Piala Dunia ini sebagai "kado" dari Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan Piala Dunia diselenggarakan 11 Juni sampai 19 Juli 2026, dan TVRI akan menayangkan seluruh 104 pertandingan (penyisihan hingga final) secara gratis melalui siaran TVRI Nasional dan TVRI Sport, dipancarkan lewat satelit dan platform digital.

"Jadi, kegiatan ini merupakan sosialisasi untuk masyarakat di Lombok Barat, fokus-nya pada akses masyarakat dan UMKM bisa menikmati Piala Dunia 2026," kata Okta.

Ia menambahkan TVRI menggelar nonton bareng di beberapa lokasi di NTB. Bahkan, pihaknya menyiapkan dukungan informasi dan membagikan link-link terkait siaran Piala Dunia untuk dibagikan ke Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat untuk didistribusikan ke masyarakat.

"Nomor kontak petugas ditampilkan di layar dan disebarkan lewat media sosial untuk bantuan teknis. Nonton bareng menyediakan ruang bagi PKL dan UMKM sehingga bisa berjualan sehingga diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat level bawah melalui penjualan," katanya.

Kegiatan sosialisasi bola gembira di Taman Kota Gerung ini dihadiri juga oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj Nurul Adha, Sekda Lombok Barat, dan OPD di Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan disaksikan masyarakat setempat.





Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026