Mataram (ANTARA) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menggencarkan edukasi perawatan artefak sejarah dan budaya kepada masyarakat desa sebagai upaya mencegah kerusakan sekaligus menjaga keberlanjutan warisan leluhur di level komunitas.
"Pelestarian benda-benda pusaka tidak hanya berhenti pada aspek kultural saja, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal masyarakat desa," kata Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Sabtu.
Nuralam mengatakan banyak benda bersejarah belum dirawat secara tepat oleh masyarakat, sehingga berisiko mengalami kerusakan, bahkan hilang.
Baca juga: Konsep museum desa di Pemprov NTB mulai dilirik nasional
Edukasi berperan penting agar masyarakat bisa melakukan perawatan dasar mandiri terhadap benda-benda peninggalan sejarah dan budaya.
Museum NTB mendorong pemanfaatan artefak sebagai bagian dari penguatan identitas budaya desa melalui program Kotaku Museumku, Kampungku Museumku agar masyarakat memiliki kemampuan dalam menginventarisasi dan menjaga benda pusaka secara kolektif.
"Kami mendorong desa memiliki museum yang bisa menyimpan artefak dan pusaka yang ada di masyarakat. Keberadaan museum desa membuat NTB punya wisata alternatif berbasis kebudayaan," papar Nuralam.
Pada 29 April 2026, Museum NTB menggelar sosialisasi perawatan artefak di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Desa itu masuk ke dalam kategori miskin ekstrem dan menjadi salah satu lokasi penerapan program Desa Berdaya.
Program Desa Berdaya merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi NTB yang bertujuan mengentaskan kemiskinan ekstrem sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Program itu mencakup 20 tema pengembangan, di antaranya desa wisata, ketahanan pangan, hingga desa sehat.
Nuralam mendorong Desa Barabali memiliki museum desa agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi dapat menjadi basis destinasi budaya yang menggambarkan identitas, interaksi dan edukasi, serta penggerak ekonomi lokal.
Baca juga: NTB menghadirkan pengalaman jelajah museum malam hari
"Artefak dan benda pusaka yang terawat di museum desa dapat dikemas menjadi narasi wisata sejarah," ucap Nuralam.
Lebih lanjut, ia menyampaikan museum desa mampu menumbuhkan aktivitas ekonomi turunan, seperti jasa pemandu wisata, penjualan kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga produk kreatif berbasis budaya.
Kepala Desa Barabali Salbi menyambut baik edukasi perawatan artefak yang digelar Museum NTB. Ia menilai sosialisasi itu memberi manfaat bagi masyarakat dalam mengelola potensi desa bidang kebudayaan.
Hal senada disampaikan Camat Batukliang Lalu Sudirman menilai masih banyak artefak di masyarakat yang perlu mendapat perhatian dan pelestarian dari pemerintah daerah.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026