Mataram (ANTARA) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong kegiatan penulisan sejarah kampung sebagai upaya membangun fondasi identitas dan memperkuat ketahanan budaya di tingkat desa.
"Selama ini kebudayaan Nusantara didominasi tradisi lisan. Sekarang, kami mencoba agar sejarah ditulis mulai dari asal-usul, kampung, kuliner, tradisi, hingga praktik budaya yang berkembang," kata Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Jumat.
Nuralam mengatakan penulisan sejarah kampung menjadi langkah strategis untuk mendokumentasikan berbagai cerita dan identitas masyarakat yang selama ini lebih banyak diwariskan secara lisan.
Sejumlah desa di wilayah Lombok, seperti Kecamatan Narmada dan Kuripan mulai menginisiasi penulisan sejarah kampung termasuk menetapkan hari jadi desa yang lebih tua dari usia Kemerdekaan Republik Indonesia.
Museum NTB mencatat ada banyak kampung sudah ada sejak abad ke-17. Bahkan, kampung yang menjadi lokasi pertama kali penyebaran Islam oleh Sunan Prapen dari Jawa ke Lombok juga sudah terbentuk.
Baca juga: Wastra Lombok mendunia, Dekranasda NTB beri dukungan penuh
"Makanya, ada nama Kuripan dan Mataram di Lombok. Hal-hal seperti itu harus kita jaga karena itu adalah sumber ilmu, sumber nilai, dan sumber moralitas yang memang tumbuh dalam tradisi masyarakat," kata Nuralam.
Lebih lanjut ia menyampaikan ketahanan budaya yang tumbuh di setiap desa menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Ketika nilai-nilai budaya tetap terjaga, maka kohesi sosial atau daya rekat antar warga menjadi semakin kuat.
Baca juga: Wastra Sasak mendunia! Museum NTB bawa 6 artefak ke pameran Internasional di Australia
Berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba dapat menyusup dengan mudah saat ketahanan budaya melemah lantaran kohesi dan kontrol sosial yang menurun di masyarakat.
"Ketika kampung sudah tidak ada nilai-nilai budaya yang bertahan, terjaga, dan terlestarikan, maka pembangunan di masyarakat pasti hilang," pungkas Nuralam.
Melalui program strategis 'Kotaku Museumku Kampungku Museumku', Museum NTB berharap desa-desa tidak hanya memiliki dokumentasi sejarah yang tertulis, melainkan juga mampu menjadikan kebudayaan sebagai basis utama dalam pembangunan dan pendidikan sosial.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026