Kepri waspadai Virus Omicron BA.5 dan BA.4
Jumat, 17 Juni 2022 15:52 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana. (ANTARA/Nikolas Panama)
Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau menyatakan pemerintah dan masyarakat di wilayah itu mewaspadai penyebaran Omicron BA.4 dan BA.5, subvarian dari COVID-19.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Jumat, mengemukakan masyarakat dan aparatur pemerintahan harus mewaspadai penularan virus itu karena akses transportasi laut dan udara dari Pulau Jawa dan Jakarta menuju Kepri berjalan normal seperti sebelum pandemi.
Mobilitas penduduk antardaerah tersebut menyebabkan potensi penularan semakin besar. Apalagi saat ini, kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta, salah satunya meningkat tajam. Kewaspadaan masyarakat dan aparat pemerintahan harus diikuti dengan kedisiplinan penggunaan masker, terutama di tempat keramaian, meski di ruang terbuka.
Menurut dia, masyarakat tidak panik menghadapi COVID-19, tidak seperti kondisi tahun 2020-2021. Hal itu disebabkan imun atau kekebalan tubuh masyarakat sudah terbentuk secara alami maupun melalui vaksinasi COVID-19.
Baca juga: WHO menamai varian baru COVID Afsel omicron, yang diwaspadai
Tjetjep mengungkapkan bahwa sampai sekarang belum ditemukan pasien yang tertular Omicron BA.4 dan BA.5. Rata-rata pasien COVID-19 tertular Omicron sehingga cepat sembuh, tidak seperti saat Delta, varian COVID-19 menyerang masyarakat tanpa ampun.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Jumat, mengemukakan masyarakat dan aparatur pemerintahan harus mewaspadai penularan virus itu karena akses transportasi laut dan udara dari Pulau Jawa dan Jakarta menuju Kepri berjalan normal seperti sebelum pandemi.
Mobilitas penduduk antardaerah tersebut menyebabkan potensi penularan semakin besar. Apalagi saat ini, kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta, salah satunya meningkat tajam. Kewaspadaan masyarakat dan aparat pemerintahan harus diikuti dengan kedisiplinan penggunaan masker, terutama di tempat keramaian, meski di ruang terbuka.
Menurut dia, masyarakat tidak panik menghadapi COVID-19, tidak seperti kondisi tahun 2020-2021. Hal itu disebabkan imun atau kekebalan tubuh masyarakat sudah terbentuk secara alami maupun melalui vaksinasi COVID-19.
Baca juga: WHO menamai varian baru COVID Afsel omicron, yang diwaspadai
Tjetjep mengungkapkan bahwa sampai sekarang belum ditemukan pasien yang tertular Omicron BA.4 dan BA.5. Rata-rata pasien COVID-19 tertular Omicron sehingga cepat sembuh, tidak seperti saat Delta, varian COVID-19 menyerang masyarakat tanpa ampun.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Anggota DPD RI Lia Istifhama apresiasi program revitalisasi sekolah, Jatim tertinggi usulan Nasional
30 January 2026 17:35 WIB
Senator Lia Istifhama: Penyederhanaan verifikasi BPJS perkuat perlindungan dana jamaah haji
30 January 2026 17:29 WIB