Logo Header Antaranews Mataram

IHSG melemah 4,3 persen, Pasar waspadai status MSCI

Kamis, 29 Januari 2026 14:25 WIB
Image Print
Arsip foto - Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi bergerak melemah seiring pelaku pasar masih mencermati tindak lanjut otoritas terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG dibuka melemah 357,76 poin atau 4,30 persen ke posisi 7.962,79. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 33,48 poin atau 4,12 persen ke posisi 779,05.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 8.250 atau 8.000. Waspadai jika IHSG menembus level psikologis 8.000, berpotensi dapat menguji level 7850,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Baca juga: IHSG jeblok 8 persen, BEI hentikan sementara perdagangan

Dari dalam negeri, pada hari ini, Ratna menjelaskan pelaku pasar masih fokus terhadap perkembangan isu terkait MSCI.

Pasalnya, apabila hingga Mei 2026 tidak ada kemajuan signifikan, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia, yang dapat berpotensi pada penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets menjadi Frontier Market.

"Apabila hal tersebut terjadi, berpotensi dana investor asing yang keluar akan lebih banyak yang dapat menekan IHSG dan Rupiah," ujar Ratna.

Baca juga: Menkeu sebut penurunan IHSG efek kejut sementara

Kondisi itu, menurut Ratna, dapat berdampak terhadap likuiditas pasar yang menurun, persepsi risiko negara memburuk, serta biaya pendanaan yang dihadapi oleh pemerintah dan korporasi akan lebih tinggi.

Otoritas sudah menyampaikan pernyataan untuk merespons pengumuman MSCI. Namun, seberapa lama dan seberapa besar dampak kebijakan MSCI itu terhadap pasar modal Indonesia, akan tergantung pada bagaimana respons otoritas pasar modal untuk menindaklanjuti dengan cepat.

Dari mancanegara, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed mempertahankan suku bunga tetap di level 3,5-3.75 persen, atau sesuai ekspektasi pasar, dan Ketua The The Fed Jerome Powell menolak untuk membahas apa pun tentang penyelidikan pemerintahan Donald Trump terhadap bank sentral.

The Fed menyatakan bahwa indikator menunjukkan aktivitas ekonomi telah berkembang dengan kecepatan yang solid. Penambahan lapangan kerja tetap rendah dan tingkat pengangguran menunjukkan stabilisasi.

Baca juga: IHSG dibuka melemah 357,76 poin, Kamis 29 Januari 2026

The Fed memutuskan untuk menghentikan sementara serangkaian penurunan suku bunga, karena sedang mempertimbangkan berbagai hal terkait independensinya dan menunggu pemimpin baru.

Pada perdagangan Rabu (28/1) kemarin, bursa AS di Wall Street bergerak variatif, di antaranya indeks Dow Jones menguat 0,02 persen ke 49.015,60, indeks S&P 500 melemah 0,01 persen ke 6.978,04, serta Nasdaq menguat 0,32 persen ke 26.022,79.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 74,50 poin atau 0,14 persen ke 53.284,30, indeks Shanghai melemah 5,38 poin atau 0,13 persen ke 4.145,60, indeks Hang Seng melemah 45,79 poin atau 0,16 persen ke 27.781,30, dan indeks Strait Times menguat 2,76 poin atau 0,06 persen ke 4.912,97.

Baca juga: BEI detailkan data investor imbas pembekuan rebalancing MSCI



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026