BRIN jajaki pendanaan riset dengan Belanda
Senin, 27 Juni 2022 17:00 WIB
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dan rombongan mengunjungi Dutch Research Council (NWO). (ANTARA/Laman resmi BRIN)
Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia menjajaki kolaborasi pendanaan riset dengan Dewan Riset Belanda (Dutch Research Council). "BRIN adalah satu-satunya lembaga penelitian pemerintah yang ada di Indonesia, BRIN merupakan funding agency dan sekaligus implementing agency," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam keterangan yang diakses ANTARA di Jakarta, Senin.
Handoko dan rombongan mengunjungi Dutch Research Council (NWO) yang merupakan salah satu badan pendanaan riset terbesar di Belanda yang berlokasi di Utrecht. Handoko mengajak pihak NWO untuk berkolaborasi dalam skema pendanaan riset, yang akan dapat memberikan kesempatan lebih luas lagi bagi para peneliti yang belum mendapatkan dana dan untuk peneliti yang sudah mendapatkan dana kemungkinan dapat diberikan dana tambahan untuk mengembangkan penelitiannya.
Baca juga: BRIN dorong penguatan ekosistem hortikultura di Indonesia
Baca juga: Teknologi cegah kehilangan pangan untuk perkuat ketahanan pangan
Lembaga penyandang dana riset di Belanda itu menginvestasikan hampir 1 miliar euro setiap tahun. NWO melakukan seleksi dan juga mendanai proposal penelitian berdasarkan rekomendasi dari ilmuwan ahli maupun ahli lainnya yang berada di Belanda maupun di luar Belanda.
Handoko dan rombongan mengunjungi Dutch Research Council (NWO) yang merupakan salah satu badan pendanaan riset terbesar di Belanda yang berlokasi di Utrecht. Handoko mengajak pihak NWO untuk berkolaborasi dalam skema pendanaan riset, yang akan dapat memberikan kesempatan lebih luas lagi bagi para peneliti yang belum mendapatkan dana dan untuk peneliti yang sudah mendapatkan dana kemungkinan dapat diberikan dana tambahan untuk mengembangkan penelitiannya.
Baca juga: BRIN dorong penguatan ekosistem hortikultura di Indonesia
Baca juga: Teknologi cegah kehilangan pangan untuk perkuat ketahanan pangan
Lembaga penyandang dana riset di Belanda itu menginvestasikan hampir 1 miliar euro setiap tahun. NWO melakukan seleksi dan juga mendanai proposal penelitian berdasarkan rekomendasi dari ilmuwan ahli maupun ahli lainnya yang berada di Belanda maupun di luar Belanda.
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cetak akademisi unggul, S2 STKIP Tamsis Bima bangun budaya riset sejak awal
28 February 2026 20:21 WIB
ITSRC hadir di Teluk Ekas, NTB optimistis krisis bibit rumput laut teratasi
20 February 2026 16:17 WIB
STKIP Tamsis Bima perketat hibah, Riset Dosen wajib tembus sinta dan scopus
06 February 2026 14:40 WIB
Manfaatkan AI, UMMAT perkuat daya saing dosen di jurnal Internasional bereputasi
29 January 2026 19:00 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
PLN NTB Dorong Literasi Kesehatan Anak Lewat Kolaborasi Mahasiswa Internasional
30 November 2025 23:16 WIB
Seni bercerita penting bagi komunikasi anak dan orang tua, kata Raffi Ahmad
16 November 2025 14:51 WIB
Ketua PBNU ajak santri & warga NU jangan kecil hati soal penghinaan pesantren
14 October 2025 15:34 WIB