Banyak anggota parlemen Inggris tak dukung mosi terhadap PM Johnson
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan pernyataan pers di halaman kantornya di Jalan Downing Nomor 10, London, Inggris, Kamis (7/7/2022). Boris Johnson menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris, menyusul desakan dan seruan dari rekan-rekan menteri dan anggota parlemen di Partai Konservatifnya, seperti yang dilansir Kantor Berita Reuters Kamis (7/7) waktu setempat. (ANTARA FOTO/REUTERS/Peter Nicholls/wsj.) (ANTARA FOTO/REUTERS/Peter Nicholls/wsj.)
Menurut hasil pemungutan suara, 349 anggota parlemen menolak mosi tersebut, sementara 238 lainnya memberi suara dukungan. Sebelumnya, Johnson secara pribadi menginginkan mosi tidak percaya diterbitkan.
Keinginan itu ia sampaikan setelah Partai Buruh meminta agar pemungutan suara digelar untuk menentukan mosi tidak percaya terhadap pemerintah dan Johnson sendiri. Namun, kantor Johnson menolak permintaan itu dan mengatakan Partai Buruh sedang "bermain politik".
Baca juga: Ten Hag belum puas penampilan Manchester United
Baca juga: Liverpool telan Crystal Palace 2-0
Menurut kantornya, pengajuan mosi tidak percaya itu bisa jadi membuang-buang waktu parlemen karena Johnson sebenarnya sudah mengundurkan diri. Boris Johnson memutuskan mundur sebagai perdana menteri serta pemimpin Partai Konservatif Inggris pada awal Juli.
Pengunduran diri itu diumumkan ketika sekitar 60 pejabat tinggi ramai-ramai keluar dari pemerintahan setelah kemunculan skandal yang melibatkan Christopher Pincher, wakil ketua fraksi Partai Buruh di parlemen. Pincher dituduh melakukan serangan seksual.
Sumber: Sputnik
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah China menerapkan kebijakan bebas visa untuk warga Inggris dan Kanada
16 February 2026 6:58 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pemerintah China menerapkan kebijakan bebas visa untuk warga Inggris dan Kanada
16 February 2026 6:58 WIB
Wang Yi: Dialog lebih baik daripada konfrontasi, jelang pertemuan Xi-Trump
15 February 2026 12:01 WIB