Harga Emas turun tipis tertekan imbal hasil obligasi
Selasa, 30 Agustus 2022 5:35 WIB
Ilustrasi - Batangan emas di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria di Wina, Austria. ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/aa.
Chicago (ANTARA) - Harga emas sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih kuat menyusul sinyal hawkish dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akhir pekan lalu, namun dolar AS yang lebih lemah membatasi penurunan logam kuning.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun tipis 0,1 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi ditutup pada 1.749,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai terendah sesi di 1.731,40 dolar AS dan tertinggi sesi di 1.757,90 dolar AS.
Emas berjangka anjlok 21,60 dolar AS atau 1,22 persen menjadi 1.749,80 dolar AS pada Jumat (26/8/2022), setelah terangkat 9,90 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.771,40 dolar AS pada Kamis (25/8/2022), dan terkerek 30 sen atau 0,02 persen menjadi 1.761,50 dolar AS pada Rabu (24/8/2022).
Harga emas anjlok minggu lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell menolak gagasan kemiringan dovish oleh The Fed, dan memperingatkan bahwa konsumen dan bisnis AS harus bersaing dengan suku bunga lebih tinggi karena inflasi melonjak dan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara itu kemungkinan akan melambat sebagai akibatnya.
Komentar Powell mendorong reli dalam dolar, dengan greenback diperdagangkan di sekitar tertinggi 20 tahun pada Senin (29/8/2022) disertai dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Penguatan dolar, ditambah dengan prospek kenaikan suku bunga sangat merusak prospek emas untuk tahun ini.
Baca juga: Emas terangkat 9,90 dolar AS jelang pertemuan tahunan Fed
Baca juga: Emas anjlok di bawah 1.750 dolar AS
Lebih dari 60 persen pedagang sekarang memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan September. Komentar dari beberapa pejabat Fed menunjukkan bahwa suku bunga AS dapat mengakhiri tahun secara signifikan di atas 3,0 persen dari tingkat saat ini 2,25 persen hingga 2,5 persen.
Fokus investor minggu ini beralih ke data pekerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat (2/9/2022), untuk petunjuk arah emas selanjutnya. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 15,5 sen atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 18,67 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun satu dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 854,30 dolar AS per ounce.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun tipis 0,1 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi ditutup pada 1.749,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai terendah sesi di 1.731,40 dolar AS dan tertinggi sesi di 1.757,90 dolar AS.
Emas berjangka anjlok 21,60 dolar AS atau 1,22 persen menjadi 1.749,80 dolar AS pada Jumat (26/8/2022), setelah terangkat 9,90 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.771,40 dolar AS pada Kamis (25/8/2022), dan terkerek 30 sen atau 0,02 persen menjadi 1.761,50 dolar AS pada Rabu (24/8/2022).
Harga emas anjlok minggu lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell menolak gagasan kemiringan dovish oleh The Fed, dan memperingatkan bahwa konsumen dan bisnis AS harus bersaing dengan suku bunga lebih tinggi karena inflasi melonjak dan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara itu kemungkinan akan melambat sebagai akibatnya.
Komentar Powell mendorong reli dalam dolar, dengan greenback diperdagangkan di sekitar tertinggi 20 tahun pada Senin (29/8/2022) disertai dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Penguatan dolar, ditambah dengan prospek kenaikan suku bunga sangat merusak prospek emas untuk tahun ini.
Baca juga: Emas terangkat 9,90 dolar AS jelang pertemuan tahunan Fed
Baca juga: Emas anjlok di bawah 1.750 dolar AS
Lebih dari 60 persen pedagang sekarang memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan September. Komentar dari beberapa pejabat Fed menunjukkan bahwa suku bunga AS dapat mengakhiri tahun secara signifikan di atas 3,0 persen dari tingkat saat ini 2,25 persen hingga 2,5 persen.
Fokus investor minggu ini beralih ke data pekerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat (2/9/2022), untuk petunjuk arah emas selanjutnya. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 15,5 sen atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 18,67 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun satu dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 854,30 dolar AS per ounce.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp2,954 juta per gram, Sabtu 14 Februari 2026
14 February 2026 12:31 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr, Sabtu 14 Februari 2025
14 February 2026 8:53 WIB
Harga emas Antam hari ini turun jadi Rp2,904 juta/gr, Jumat 13 Februari 2026
13 February 2026 10:28 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr, Jumat 13 Februari 2026
13 February 2026 10:27 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp2,954 juta per gram, Sabtu 14 Februari 2026
14 February 2026 12:31 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr, Sabtu 14 Februari 2025
14 February 2026 8:53 WIB