DPR: Kolaborasi pemerintah, parlemen, dan BPK perlu untuk respons global
Selasa, 30 Agustus 2022 15:59 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sekaligus Ketua Parliament G20 (P20) Puan Maharani dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) SAI20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (30/08/2022). (ANTARA/Agatha Olivia Victoria)
Badung, Bali (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sekaligus Ketua Parliament G20 (P20) Puan Maharani mengatakan kolaborasi pemerintah, parlemen, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diperlukan untuk merespons permasalahan global.
"Hal ini dapat kita lakukan jika pemerintah, parlemen, dan BPK, menggunakan kesempatan dalam forum G20, P20, dan Supreme Audit Institution G20 (SAI20), untuk membangun komitmen yang kuat dalam menyelamatkan nasib dunia melalui keputusan-keputusan dan agenda kerja bersama yang nyata," ucap Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) SAI20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa.
Puan menambahkan SAI masing-masing negara juga dapat ikut mengambil peran sebagai mitra G20 dalam memastikan peningkatan akuntabilitas dan efektivitas kebijakan global masing masing negara.
Baca juga: Komisi III DPR ingatkan Jordi-Sandy jaga sikap menjadi WNI
Baca juga: Wakil Ketua DPR sebut peran industri mebel serapan tenaga kerja
Oleh karenanya, lanjut dia, peran tersebut dapat dilaksanakan oleh SAI dengan ikut mengawal keberlanjutan agenda global yang disepakati bersama. Setiap negara memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam mengambil langkah-langkah pemulihan ekonomi dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Suistainable Development goals/SDGs).
Melalui kerja bersama, kolaborasi, dan gotong royong, antar-negara diharapkan dapat meningkatkan langkah-langkah yang lebih cepat dalam merespons permasalahan global.
Melalui kewenangan konstitusionalnya, ia menilai pemerintah, parlemen, serta BPK bisa membangun komitmen dalam menjalankan agenda bersama untuk membangun suatu dunia yang sehat, aman, damai dan sejahtera bagi semua.
"Kita hidup di bumi yang sama, oleh karena itu kita perlu mengedepankan kerja bersama, kolaborasi, dan gotong royong membangun dunia yang lebih baik untuk semua," tegas Ketua DPR RI itu.
"Hal ini dapat kita lakukan jika pemerintah, parlemen, dan BPK, menggunakan kesempatan dalam forum G20, P20, dan Supreme Audit Institution G20 (SAI20), untuk membangun komitmen yang kuat dalam menyelamatkan nasib dunia melalui keputusan-keputusan dan agenda kerja bersama yang nyata," ucap Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) SAI20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa.
Puan menambahkan SAI masing-masing negara juga dapat ikut mengambil peran sebagai mitra G20 dalam memastikan peningkatan akuntabilitas dan efektivitas kebijakan global masing masing negara.
Baca juga: Komisi III DPR ingatkan Jordi-Sandy jaga sikap menjadi WNI
Baca juga: Wakil Ketua DPR sebut peran industri mebel serapan tenaga kerja
Oleh karenanya, lanjut dia, peran tersebut dapat dilaksanakan oleh SAI dengan ikut mengawal keberlanjutan agenda global yang disepakati bersama. Setiap negara memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam mengambil langkah-langkah pemulihan ekonomi dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Suistainable Development goals/SDGs).
Melalui kerja bersama, kolaborasi, dan gotong royong, antar-negara diharapkan dapat meningkatkan langkah-langkah yang lebih cepat dalam merespons permasalahan global.
Melalui kewenangan konstitusionalnya, ia menilai pemerintah, parlemen, serta BPK bisa membangun komitmen dalam menjalankan agenda bersama untuk membangun suatu dunia yang sehat, aman, damai dan sejahtera bagi semua.
"Kita hidup di bumi yang sama, oleh karena itu kita perlu mengedepankan kerja bersama, kolaborasi, dan gotong royong membangun dunia yang lebih baik untuk semua," tegas Ketua DPR RI itu.
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penerimaan pajak Nusa Tenggara tumbuh capai 20,3 persen triwulan I tahun 2026
30 April 2026 5:42 WIB
Harga emas Antam hari ini turun jadi Rp2.893.000 per gram, Jumat 20 Maret 2026
20 March 2026 10:35 WIB