Jakarta (ANTARA) - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menyampaikan pidato nasional pada Kamis (1/9) yang berfokus pada pembangunan sosial ekonomi serta inisiatif mengenai pemilihan presiden dan parlemen mendatang.

Pembangunan sosial ekonomi dan modernisasi politik adalah bagian dari referendum nasional yang didukung oleh sebagian besar warga Kazakhstan. Kelanjutan modernisasi politik, kata Tokayev, harus berupa transformasi ekonomi struktural. 

“Kita akan mengubah hubungan antara warga-bisnis-negara secara mendasar … pertama dan terutama, negara harus memberi semua orang kesempatan yang sama dan memastikan keadilan,” ujarnya dalam salinan pidatonya yang dirilis Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, Jumat.

Dia menegaskan bahwa tujuan dari kebijakan ekonomi Kazakhstan adalah untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Presiden Kazakhsatan memaparkan berbagai prioritas kebijakan ekonomi, antara lain mendorong inisiatif kewirausahaan swasta, menjauh dari kapitalisme negara, dan intervensi negara yang berlebihan dalam perekonomian. 

Selain itu,d ia menyebutkan mengembangkan kompetisi, menyediakan kesempatan yang sama untuk semua pihak, serta pemerataan pendapatan nasional. “Upah minimum akan dinaikkan dari 60.000 menjadi 70.000 tenge. Hal ini secara langsung akan memengaruhi pendapatan 1,8 juta warga Kazakhstan,” ujar Tokayev.

Tokayev juga menyinggung topik “Dana Nasional untuk Anak” yang dimulai 1 Januari 2024. Dana tersebut akan mengalokasikan 50 persen dari pendapatan investasi tahunan Dana Nasional ke rekening tabungan khusus untuk anak-anak sampai mereka mencapai usia 18 tahun.

Setelah mencapai usia itu, jumlah yang terakumulasi akan digunakan untuk membeli perumahan dan memberikan layanan pendidikan. Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa intervensi negara dalam penetapan harga akan dihapus secara bertahap. Pengecualian untuk pasar nonkompetitif dan tarif monopoli akan tetap di bawah kendali ketat guna melindungi warga dari harga yang tidak adil.

“Visa untuk orang asing berketerampilan tinggi dan investor signifikan akan disederhanakan dan dibuat lebih mudah diakses,” kata dia, menambahkan. Tokayev juga mendorong Bank Nasional, Badan Pengaturan Keuangan, dan pemerintah agar menemukan solusi khusus untuk memastikan pinjaman yang stabil dan terjangkau untuk sektor riil.

 

Pemilu dan masa jabatan presiden

Kazakhsatan pada musim gugur ini akan menyelenggarakan pemilihan presiden karena mandat baru dari rakyat untuk kepala negara diperlukan. Tokayev merekomendasikan untuk membatasi masa jabatan presiden menjadi satu periode selama tujuh tahun, dan pemilihan ulang akan dilarang. Perubahan tersebut akan ditinjau dan ditentukan oleh parlemen setelah pemilihan presiden.

Baca juga: Kemendagri targetkan Perppu Pemilu segera rampung bulan ini

Tokayev lebih lanjut menyerukan pemilihan Mazhilis (majelis rendah parlemen) dan Maslikhats (badan perwakilan lokal) akan diadakan pada paruh pertama tahun 2023 jika semua undang-undang yang relevan dalam tindak lanjut amandemen konstitusi, yang disetujui pada dalam referendum nasional 5 Juni, diadopsi pada akhir 2022.

“Dalam kerangka modernisasi politik di negara kita, perkembangan parlementerisme menempati posisi sentral. Pemilu mendatang akan menampilkan hasil reformasi Kazakhstan Baru untuk menyederhanakan dan memudahkan proses pendaftaran partai politik, dan komitmen baru terhadap pluralisme,” tutur dia. Tokayev juga menyampaikan harapannya untuk melihat lebih banyak partai berpartisipasi dalam pemilihan parlemen pada paruh pertama 2023.


 


 


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024