Mataram, 17/4 (ANTARA) - Sebanyak 34 orang imigran asal Somalia dan Eritria yang terdampar di Pantai Sepang, Dusun Bontong, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, 15 April lalu, kini ditampung di Losmen Jayani, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.
"Mereka ditampung di Losmen Jayani yang difasilitasi IOM," kata Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi (Kanim) Mataram Dorhan, di Mataram, Selasa, usai berkoordinasi dengan Kasi Wasdakim Kanim Sumbawa.
Ia mengatakan, petugas Lembaga Migrasi Internasional (IOM) datang dari Jakarta guna membantu mengevakuasi imigran terdampar itu, dari Mapolsek Lunyuk ke Kota Sumbawa Besar.
Proses evaluasi melibatkan anggota polri dan satuan TNI serta petugas kemigrasian di wilayah setempat.
"Sementara ini, mereka diamankan di losmen di Kota Sumbawa Besar yang dibiayai IOM, sambil menunggu keputusan Pemerintah Indonesia, terkait keberadaan imigran gelap dari Somalia dan Eritria itu," ujarnya.
Menurut Dorhan, jika Pemerintah Indonesia memutuskan kebijakan deportasi namun para imigran gelap itu menolak kembali ke negaranya dengan alasan terancam hidupnya, maka IOM yang akan membiayai hidup mereka selama di lokasi penampungan sementara, hingga ada negara ketiga yang bersedia menerima mereka.
Seperti diketahui, para imigran gelap itu semula hendak bertolak ke Australia guna mencari suaka politik, menggunakan kapal kayu yang disewa Rp25 juta/orang.
Kapal kayu berukuran 12 x 3 meter itu mengangkut 34 orang imigran, terdiri dari 33 orang berasal dari Somalia dan satu orang dari Eritria. Dari 34 orang itu, sebanyak 24 orang laki-laki dan 10 orang perempuan, seorang diantaranya masih anak-anak.
Saat hendak memasuki perairan Australia, kapal kayu itu diterjang gelombang hingga terombang-ambing dan mesin mati sehingga terseret dan terdampar di perairan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa.
Kapal kayu itu sempat pecah di bagian depannya, sehingga sejumlah penumpang terpental dan kondisinya kritis, sehingga sempat dilarikan ke Puskesmas Lunyuk.
Namun, nahkoda dan awak kapal kabur sesaat setelah kapal kayu itu terdampar di pantai Lunyuk, hingga kini masih dalam kejaran aparat kepolisian. (*)