Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya bersama pihak promotor melakukan evaluasi konser grup band asal Korea Selatan, NCT 127, sebelum berlangsung hari kedua konser di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (5/11).

"Untuk besok dievaluasi dulu, polisi dan panitia, dilakukan evaluasi secepat mungkin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Evaluasi tersebut dilakukan setelah konser hari pertama yang dijadwalkan selesai pada pukul 22.00 WIB harus dihentikan lebih awal oleh pihak Kepolisian pada pukul 21.20 WIB karena terjadi dorong-dorongan antarpenonton yang menyebabkan 30 orang pingsan.

Zulpan mengatakan, pihak promotor telah bekerja sesuai prosedur dan tidak ada pelanggaran dari segi jumlah penonton dan kapasitas gedung konser.

"Untuk segi kapasitas penonton sebenarnya tidak ada yang dilanggar. Tiket 8 ribu dan kapasitas gedung itu 10 ribu dan kenyataannya penonton yang hadir tidak lebihi kapasitas gedung," ujarnya.

Konser yang awalnya berlangsung tertib menjadi tidak kondusif lantaran sejumlah penonton berusaha mendekat ke panggung sehingga terjadi dorong-dorongan yang menyebabkan 30 penonton pingsan.

Demi menghindari jatuhnya korban dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya maka pihak Kepolisian memutuskan untuk menghentikan konser.

Sebanyak 30 penonton yang pingsan tersebut telah mendapatkan pertolongan medis dan sudah diperbolehkan untuk pulang.

Pihak Kepolisian juga mengawasi proses kepulangan penonton dari lokasi konser agar tertib dan tidak terjadi desak-desakan.

Konser bertajuk "NCT 127 2nd Tour Neo City: Jakarta-The Link" itu digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD di Tangerang Selatan, Banten, yang berkapasitas hingga 10 ribu orang.

Menurut surat pemberitahuan dari penyelenggara konser kepada pihak Kepolisian, tiket yang terjual mencapai 8.000 lembar.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi lakukan evaluasi kelanjutan konser NCT 127

 

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024