Denpasar (ANTARA) - Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai I Ketut Subandi mengatakan bahwa delegasi G20 yang akan hadir di kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai dapat membawa pulang bibit bakau tersebut karena telah disiapkan.

"Ada bibit banyak, disiapkan 6 juta bibit. Tapi kalau yang ada sekarang 2 juta bibit, nanti kalau ada tamu delegasi G20 yang mau membawa diberikan seberapa saja dia mau, sepanjang dapat dibawa maka akan difasilitasi," kata Subandi di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo dan petinggi negara G20 dijadwalkan hadir di kawasan mangrove tersebut pada Rabu pukul 09.00-11.00 Wita. Sebelumnya delegasi dari Uni Emirat Arab (UEA) mengunjungi kawasan mangrove.

"Delegasi yang berasal dari UEA mengunjungi Tahura Ngurah Rai pada Selasa (15/11). Di lokasi tersebut mereka menanam mangrove dan meminta 10 bibit jenis rhizopora untuk ditanam di negaranya," kata Subandi.

Di hutan seluas 1.373,5 hektare itu, para delegasi akan dikenalkan pada hutan mangrove, mereka akan menelusuri kawasan yang telah diresmikan sejak 1992, serta melangsungkan penanaman mangrove dan melihat langsung persemaian bibit mangrove. "Mengapa mangrove, karena ini juga terkait isu global perubahan iklim, di mana mangrove punya peranan penting karena mampu menyerap emisi karbon," ujar Subandi.

Menurut dia, hal itu yang ingin ditunjukkan Presiden Joko Widodo sebagai bukti bahwa Indonesia serius dalam mengurus hutan mangrove, sehingga masyarakat dunia akan paham mengenai hal tersebut. Subandi berharap setelah adanya kunjungan delegasi G20, ke depan kawasan mangrove tersebut semakin dikenal karena tujuan baiknya untuk lingkungan.

Baca juga: Hari pertama puncak KTT G20, PLN pastikan pasokan listrik aman
Baca juga: Wali Kota Mataram ajak warga jaga kondusivitas selama KTT G20

Selain menyediakan lokasi, Subandi menyebut pihaknya hanya diminta menjaga kebersihan dan keamanan selama rangkaian kegiatan. "Oleh karena itu, Tahura Ngurah Rai dipastikan tutup sejak pagi dan hanya dapat dimasuki tamu-tamu tertentu," katanya.


 

Pewarta : Ni Putu Putri Muliantari
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024