Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana
hidrometeorologi mendekati puncak musim hujan pada Desember 2022.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Selasa, mengatakan sesuai prediksi BMKG saat ini eskalasi potensi bencana hidrometeorologi sejak pekan lalu mulai naik dengan terjadinya hujan deras, disertai petir, dan angin kencang.

"Kondisi itu terjadi hampir setiap hari di Kota Mataram secara bergantian, pada pagi atau sore. Misalnya pagi cerah siang sampai sore hujan, sebaliknya kalau pagi hujan seperti pagi ini, nanti siang sampai sore cerah," katanya.

Terkait dengan itu, masyarakat harus tetap waspada kurangi aktivitas di luar rumah, jika berkendara hindari jalan yang memiliki pohon-pohon besar dan tidak berteduh di bawah pohon atau baliho-baliho yang berpotensi menimbulkan bencana.

"Saran kita apabila tidak ada kebutuhan mendesak, masyarakat sebaiknya berada di dalam rumah," katanya.

Di sisi lain, Mahfuddin mengimbau masyarakat agar tetap tenang apabila ada potensi bencana, dan aktif melaporkan potensi bencana ke aparat terdekat baik kepala lingkungan maupun lurah agar dapat ditindaklanjuti.

"Posko bencana yang ada di Halaman Pendopo Wali Kota Mataram juga siap menerima laporan dari masyarakat. Satgas kebencanaan tetap siaga," katanya.

Sementara menyinggung tentang kondisi pesisir pantai, Mahfuddin mengatakan, dari hasil pantauan satgas kebencanaan menyebutkan ketinggian gelombang saat ini mencapai setengah meter sampai 2,5 meter.

"Ketinggian gelombang itu terjadi peningkatan sesuai prediksi BMKG, sehingga nelayan melaut dengan istilah buka tutup. Artinya jika gelombang tenang mereka melaut, tapi kalau gelombang tinggi tidak melaut," katanya.

Lebih jauh Mahfuddin mengatakan, selama musim hujan ini Satgas Kebencanaan Kota Mataram tetap siaga, melakukan upaya antisipasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Misalnya, Satgas PUPR aktif melakukan pemantauan terhadap kondisi saluran dan drainase guna menjaga kelancaran aliran air, sementara Satgas Dinas Lingkungan Hidup aktif melakukan pemangkasan pohon untuk mengurangi beban pohon ketika terjadi angin kencang.

"Begitu juga dengan Satgas Kebencanaan lainnya tetap aktif melakukan upaya pencegahan potensi bencana hidrometeorologi. Kita juga aktif berkoordinasi melalui grup WhatsApp," katanya.
 

Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024