Mataram (ANTARA) - Pemerintah menyatakan stok dan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat menjelang Tahun Baru 2023 terpantau stabil.

"Jadi, stok bahan pokok di pasar hari ini terpantau masih tercukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Begitu juga dengan harga, masih terjangkau," kata Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Wirajaya Kusuma di Mataram, Selasa.

Wirajaya menyampaikan hal tersebut usai memantau secara langsung stok dan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat di dua lokasi pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Mataram.

Wirajaya hadir bersama sejumlah pejabat dinas terkait maupun Bulog, BPS dan pihak Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pangan NTB Komisaris Besar Polisi Nasrun Pasaribu bersama anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB yang bertugas di bidang industri, perdagangan, dan investasi (indagsi).

Wirajaya menegaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan salah satu upaya pihak pemerintah dalam mengendalikan stok dan harga bahan pokok menjelang Tahun Baru 2023.

Dia pun meyakinkan bahwa informasi stok dan harga bahan pokok di NTB masih dalam kategori stabil itu datang dari keterangan para pedagang maupun pembeli di pasar.

"Tanya ke penjual, stok masih aman dan stabil. Begitu juga informasi dari pembeli yang menyampaikan harga jual di pasar masih di batas normal. Artinya, stok dan harga tersedia dengan baik," ujarnya.

Seperti salah satu bahan pokok kebutuhan masyarakat, yakni telur ayam ras yang dikatakan Wirajaya terjual dengan harga relatif normal di kisaran Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per tray (isi 30 butir).

"Itu yang harga Rp60 ribu untuk kualitas super. Kata pedagang, terkadang di satu butir telur kualitas super itu, kuning telurnya ada dua," ucap dia.

Selain memantau stok dan harga di pasar, Wirajaya menyampaikan bahwa TPID NTB bersama Satgas Pangan NTB sudah mengecek stok dan harga bahan pokok di tingkat distributor.

"Seperti telur, minyak, beras, itu sudah kami cek juga di tingkat distributor. Alhamdulillah, stok masih tercukupi sampai Tahun Baru 2023," kata Wirajaya.

Bahkan, kata dia, stok beras di gudang Bulog dipastikan Wirajaya masih aman hingga tiga bulan ke depan.

"Stok beras kata Bulog masih aman hingga tiga bulan ke depan, sampai musim panen selanjutnya," ujar dia.

Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024