Mataram, 27/5 (Antara) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat akan melaksanakan safari kerukunan umat beragama di Pulau Lombok dan Sumbawa dalam upaya menjaga dan menciptakan kerukunan antarumat bergama di daerah ini.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama NTB H Usman di Mataram, Senin, mengatakan pada safari tersebut tokoh semua agama diikutkan. Masing-masing agama diwakili dua hingga tiga orang.
"Pada safari kerukunan umat beragama itu kami akan mendatangi semua kabupaten/kota di NTB. Ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kerukunan antarumat agama di daerah ini," katanya ketika dimintai tanggapannya atas rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima "award" dari LSM internasional.
Ia mengatakan, beberapa waktu lalu juga digelar pertemuan tokoh umat beragama yang diikuti sekitar 500 orang tokoh seluruh agama yang ada di NTB baik Islam, Hindu, Buddha, Katolik maupun Kristen terkait dengan Pilkada Gubernur/Wakil pada 13 Mei 2013.
Dia mengatakan, di lingkup Kanwil kementerian Agama, setiap hari Senin dilaksanakan jamuan minum kopi atau "coffee morning" yang dihadiri semua Kepala Bidang (Kabid) Islam, Hindu dan Buddha, Katolik dan Kristen.
Alhamdulillah dengan adanya pertemuan tersebut, kata Usman, Pilakda NTB berjalan dengan aman dan lancar, sehingga berhasil memilih pimpinan daerah yang berkualitas.
"Karena itu bagi saya pribadi maupun selaku Kakanwil Kemenag, LSM yang akan memberikan `award` tersebut mungkin sudah melakukan penilaian sendiri mengenai kerukunan umat beragama di Indonesia dan tentu ada kriteria penilaiannya," kata usman.
Usman mengharapkan situasi yang kondusif termasuk kerukunan umat bergama ini hendaknya dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar masyarakat bisa bekerja nyaman dan aman serta pembangunan berjalan lancar dan perekonomian semakin berkembang.
"Ini penting, karena kalau terjadi konflik terutama akibat terganggunya kerukunan uamt beragama, maka yang akan rugi adalah masyarakat sendiri," ujarnya.(*)
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama NTB H Usman di Mataram, Senin, mengatakan pada safari tersebut tokoh semua agama diikutkan. Masing-masing agama diwakili dua hingga tiga orang.
"Pada safari kerukunan umat beragama itu kami akan mendatangi semua kabupaten/kota di NTB. Ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kerukunan antarumat agama di daerah ini," katanya ketika dimintai tanggapannya atas rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima "award" dari LSM internasional.
Ia mengatakan, beberapa waktu lalu juga digelar pertemuan tokoh umat beragama yang diikuti sekitar 500 orang tokoh seluruh agama yang ada di NTB baik Islam, Hindu, Buddha, Katolik maupun Kristen terkait dengan Pilkada Gubernur/Wakil pada 13 Mei 2013.
Dia mengatakan, di lingkup Kanwil kementerian Agama, setiap hari Senin dilaksanakan jamuan minum kopi atau "coffee morning" yang dihadiri semua Kepala Bidang (Kabid) Islam, Hindu dan Buddha, Katolik dan Kristen.
Alhamdulillah dengan adanya pertemuan tersebut, kata Usman, Pilakda NTB berjalan dengan aman dan lancar, sehingga berhasil memilih pimpinan daerah yang berkualitas.
"Karena itu bagi saya pribadi maupun selaku Kakanwil Kemenag, LSM yang akan memberikan `award` tersebut mungkin sudah melakukan penilaian sendiri mengenai kerukunan umat beragama di Indonesia dan tentu ada kriteria penilaiannya," kata usman.
Usman mengharapkan situasi yang kondusif termasuk kerukunan umat bergama ini hendaknya dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar masyarakat bisa bekerja nyaman dan aman serta pembangunan berjalan lancar dan perekonomian semakin berkembang.
"Ini penting, karena kalau terjadi konflik terutama akibat terganggunya kerukunan uamt beragama, maka yang akan rugi adalah masyarakat sendiri," ujarnya.(*)