Pekanbaru (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Daerah (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor beruang yang berkeliaran di pemukiman masyarakat setempat ke kandang transit milik institusi tersebut.

"Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) dievakuasi dari lingkungan warga di Desa Alim, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Inhu (Indragiri Hulu), Selasa (14/2). Proses evakuasi dilakukan setelah beruang tersebut diamankan terlebih dahulu oleh warga setempat karena meresahkan, Senin (13/2)," kata Kepala BBKSDA Riau Genman S. Hasibuan di Pekanbaru, Kamis.

BBKSDA Riau mengevakuasi beruang tersebut setelah bhabinkamtibmas setempat melaporkan hal tersebut. Kepala Resor Kerumutan Utara (Pos Kapau) Sehat Nasution memimpin evakuasi tersebut. Setelah tiba di lokasi, katanya, tim melakukan pengecekan dan mendapati beruang dalam keadaan sehat. Kemudian beruang tersebut dibawa ke Pekanbaru untuk dimasukkan ke kandang transit.

"Umur beruang tersebut lebih dari satu tahun berjenis kelamin jantan," ujar Genman. Menurut keterangan ketua RT setempat, katanya, beruang itu awalnya dibawa kelompok Suku Kubu dan ditinggalkan di lokasi. "Warga resah karena beruang itu masuk ke rumah salah satu warga dan terlihat berkeliaran di pekarangan," kata dia.

Baca juga: Beruang madu terkam dua kambing kurban milik warga
Baca juga: BBKSDA selamatkan beruang madu terjerat jerat babi

Langkah selanjutnya setelah proses evakuasi, BBKSDA Riau akan merehabilitasi beruang madu tersebut untuk kemudian dilakukan pelepasliaran. "Saat ini tim medis kita sedang melakukan proses rehabilitasi," katanya.

Beruang madu saat ini mulai langka dan sulit ditemukan. Beruang madu juga termasuk dalam kategori dilindungi karena satwa tersebut sudah hampir punah. Beruang madu memiliki ukuran kecil dibandingkan dengan beruang jenis lainnya. Satwa ini memiliki cakar kuku yang tajam. 

 

Pewarta : Frislidia
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024