Saham China dan Hong Kong alami jatuh
Kamis, 16 Maret 2023 17:09 WIB
Ilustrasi - Seorang warga mengamati grafik pada layar informasi perdagangan saham di Shanghai Stock Exchange. ANTARA/REUTERS/Jason Lee/aa.
Hong Kong (ANTARA) - Saham China dan Hong Kong melebarkan kerugian mereka pada Kamis, dibebani oleh saham energi baru dan minyak, karena langkah regulator Swiss yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menjanjikan bantuan likuiditas kepada pemberi pinjaman utama Credit Suisse memicu kekhawatiran krisis perbankan.
Indeks saham-saham unggulan China CSI 300 berakhir merosot 1,2 persen ke level terendah sejak 4 Januari, sementara Indeks Komposit Shanghai ditutup dengan kehilangan 1,12 persen.
Indeks acuan Hang Seng di Hong Kong tergelincir 1,72 persen ke level terendah sejak 21 Desember 2022 pada penutupan perdagangan, sementara Indeks Hang Seng China Enterprises terpangkas 1,18 persen.
Saham Asia meluncur turun pada Kamis setelah Credit Suisse mengatakan akan meminjam hingga 54 miliar dolar AS dari Bank Sentral Swiss untuk menopang likuiditasnya setelah kemerosotan sahamnya meningkatkan kekhawatiran tentang krisis keuangan global.
Ini adalah dampak terbaru sejak kematian Silicon Valley Bank minggu lalu yang membuat pasar gelisah menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) di kemudian hari. "Pertemuan ECB akan menarik, karena ini akan menjadi bank sentral pertama yang memberikan komentar sejak kegagalan Silicon Valley Bank. Pasar mengharapkan pemotongan 50 basis poin, tetapi sekarang (itu) meguap di udara," kata Alvin Tan, kepala strategi mata uang Asia di RBC Capital Markets.
Baca juga: IHSG ditutup melemah ikuti bursa saham global
Baca juga: Bank sentral Swiss siap selamatkan saham Credit Suisse
Di China, harga rumah baru naik pada laju tercepat sejak Juli 2021, menguat 0,3 persen bulan ke bulan pada Februari dari kenaikan 0,1 persen pada Januari. Hal itu menambah data investasi aset tetap dan penjualan ritel yang positif. "Rebound konsumsi yang sedang berlangsung dan peningkatan pertumbuhan investasi mengirimkan tanda-tanda yang menggembirakan bahwa ekonomi China menguat," kata analis Bank of America dalam sebuah catatan penelitian.
Di Hong Kong, Baidu Inc. memimpin penurunan, anjlok 6,36 persen. Saham minyak juga membebani indeks saham unggulan karena CNOOC tergelincir 4,91 persen. Di China, Indeks Batu Bara CSI SWS jatuh 3,39 persen dan saham energi baru yang dilacak oleh Indeks Industri Fotovoltaik CSI terpuruk 4,69 persen.
Indeks saham-saham unggulan China CSI 300 berakhir merosot 1,2 persen ke level terendah sejak 4 Januari, sementara Indeks Komposit Shanghai ditutup dengan kehilangan 1,12 persen.
Indeks acuan Hang Seng di Hong Kong tergelincir 1,72 persen ke level terendah sejak 21 Desember 2022 pada penutupan perdagangan, sementara Indeks Hang Seng China Enterprises terpangkas 1,18 persen.
Saham Asia meluncur turun pada Kamis setelah Credit Suisse mengatakan akan meminjam hingga 54 miliar dolar AS dari Bank Sentral Swiss untuk menopang likuiditasnya setelah kemerosotan sahamnya meningkatkan kekhawatiran tentang krisis keuangan global.
Ini adalah dampak terbaru sejak kematian Silicon Valley Bank minggu lalu yang membuat pasar gelisah menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) di kemudian hari. "Pertemuan ECB akan menarik, karena ini akan menjadi bank sentral pertama yang memberikan komentar sejak kegagalan Silicon Valley Bank. Pasar mengharapkan pemotongan 50 basis poin, tetapi sekarang (itu) meguap di udara," kata Alvin Tan, kepala strategi mata uang Asia di RBC Capital Markets.
Baca juga: IHSG ditutup melemah ikuti bursa saham global
Baca juga: Bank sentral Swiss siap selamatkan saham Credit Suisse
Di China, harga rumah baru naik pada laju tercepat sejak Juli 2021, menguat 0,3 persen bulan ke bulan pada Februari dari kenaikan 0,1 persen pada Januari. Hal itu menambah data investasi aset tetap dan penjualan ritel yang positif. "Rebound konsumsi yang sedang berlangsung dan peningkatan pertumbuhan investasi mengirimkan tanda-tanda yang menggembirakan bahwa ekonomi China menguat," kata analis Bank of America dalam sebuah catatan penelitian.
Di Hong Kong, Baidu Inc. memimpin penurunan, anjlok 6,36 persen. Saham minyak juga membebani indeks saham unggulan karena CNOOC tergelincir 4,91 persen. Di China, Indeks Batu Bara CSI SWS jatuh 3,39 persen dan saham energi baru yang dilacak oleh Indeks Industri Fotovoltaik CSI terpuruk 4,69 persen.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wang Yi: Dialog lebih baik daripada konfrontasi, jelang pertemuan Xi-Trump
15 February 2026 12:01 WIB
Pemimpin Lai Ching-te: Jika Pemerintah China kuasai Taiwan, negara lain bisa jadi target
13 February 2026 3:42 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas UBS hari ini Rp2,998 juta/gr dan Galeri24 Rp2,981 juta/gr, Minggu 15 Februari 2026
15 February 2026 9:08 WIB
Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp2,954 juta per gram, Sabtu 14 Februari 2026
14 February 2026 12:31 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr, Sabtu 14 Februari 2025
14 February 2026 8:53 WIB