Pemerintah: awal Puasa pada Kamis 23 Maret 2023
Rabu, 22 Maret 2023 19:12 WIB
Petugas rukyat meneropong posisi hilal guna menentukan 1 Ramadhan 1444 H di Pos Observasi Taman Wisata Pantai Loang Baloq, Mataram, NTB, Rabu (22/3/2023). Hasil pemantauan hilal terlihat pada pukul 18.45 WITA dengan ketinggian 7,48 derajat. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/tom.
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1444 Hijriah/2023 Masehi jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023 seusai diputuskan melalui sidang isbat di Gedung Kemenag RI, Jakarta, Rabu.
"Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadhan 1444 Hijriah jatuh pada hari Kamis (23 Maret 2023)," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, saat memimpin konferensi pers penetapan sidang Isbat.
Baca juga: Hilal telah terlihat di NTB
Dengan penetapan itu maka pada Rabu malam umat Islam di Indonesia dapat melaksanakan Shalat Tarawih. Sidang isbat ini diikuti sejumlah perwakilan organisasi keagamaan, ahli astronomi, serta tamu undangan lainnya.
Berbeda dengan penetapan saat pandemi COVID-19 dua tahun lalu, kini sidang isbat digelar tanpa ada pembatasan peserta.
Pengumuman penetapan dilakukan secara daring dan luring. Dengan demikian, masyarakat sama-sama bisa langsung menyaksikannya melalui tayangan di laman media sosial resmi Kemenag.
Sidang isbat sendiri digelar Rabu sejak pukul 17.00 WIB sampai ditutup dengan penetapan awal puasa tahun. Kegiatan diawali paparan secara terbuka mengenai posisi bulan sabit baru (hilal) berdasarkan data astronomi oleh para pakar.
Sidang Isbat mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal.
Kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Maghrib berjamaah kemudian dilakukan sidang tertutup. Setelahnya, sidang isbat diumumkan melalui konferensi pers.*
Baca juga: Pemerintah: awal Puasa pada Kamis 23 Maret 2023
"Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadhan 1444 Hijriah jatuh pada hari Kamis (23 Maret 2023)," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, saat memimpin konferensi pers penetapan sidang Isbat.
Baca juga: Hilal telah terlihat di NTB
Dengan penetapan itu maka pada Rabu malam umat Islam di Indonesia dapat melaksanakan Shalat Tarawih. Sidang isbat ini diikuti sejumlah perwakilan organisasi keagamaan, ahli astronomi, serta tamu undangan lainnya.
Berbeda dengan penetapan saat pandemi COVID-19 dua tahun lalu, kini sidang isbat digelar tanpa ada pembatasan peserta.
Pengumuman penetapan dilakukan secara daring dan luring. Dengan demikian, masyarakat sama-sama bisa langsung menyaksikannya melalui tayangan di laman media sosial resmi Kemenag.
Sidang isbat sendiri digelar Rabu sejak pukul 17.00 WIB sampai ditutup dengan penetapan awal puasa tahun. Kegiatan diawali paparan secara terbuka mengenai posisi bulan sabit baru (hilal) berdasarkan data astronomi oleh para pakar.
Sidang Isbat mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal.
Kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Maghrib berjamaah kemudian dilakukan sidang tertutup. Setelahnya, sidang isbat diumumkan melalui konferensi pers.*
Baca juga: Pemerintah: awal Puasa pada Kamis 23 Maret 2023
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas Antam hari ini stabil di angka Rp2,947 juta/gr, Kamis 12 Februari 2026
12 February 2026 10:20 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp3,002 juta/gr dan Galeri24 Rp2,987 juta/gr, Kamis 12 Februari 2026
12 February 2026 8:11 WIB
Harga emas Antam hari ini turun jadi Rp2.956.000 per gram, Kamis 5 Februari 2025
05 February 2026 10:24 WIB
Kamis besok, KPK panggil Gubernur Khofifah jadi saksi kasus dana hibah Jatim
04 February 2026 10:59 WIB
Keutamaan puasa Senin-Kamis di Bulan Sya'ban, Amalan favorit Rasulullah SAW
03 February 2026 19:49 WIB