Denpasar (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan durasi gerhana matahari sebagian di Bali diperkirakan berlangsung rata-rata selama tiga jam di sembilan kabupaten/kota di provinsi tersebut.

"Gerhana matahari di Bali akan dimulai pada pukul 10.28 WITA dan akan berakhir pada pukul 13.30 WITA," kata Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho di Denpasar, Kamis. Sedangkan puncak gerhana matahari sebagian di Bali diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.55 WITA.

BMKG mencatat hanya Singaraja di Bali Utara dan Negara di Bali Barat diperkirakan yang mengalami gerhana matahari sebagian dengan durasi 2 jam 59 menit. Sedangkan magnitudo gerhana matahari sebagian di Bali terentang antara 0,75 di Amlapura hingga 0,72 di Negara.

BMKG menyebut fenomena alam itu sebagai Gerhana Matahari Hibrid (GMH) yang terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris. Akibatnya di tempat tertentu terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari dan tempat tertentu lainnya terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi sama dengan piringan matahari.

Saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya, sedangkan di tempat tertentu lainnya, matahari seakan-akan tertutupi bulan. BMKG menyediakan tayangan langsung pengamatan gerhana matahari melalui siaran langsung di kanal YouTube, info BMKG.

GMH terdiri atas dua tipe gerhana yakni gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total yang secara berurutan terjadi dalam satu fenomena sehingga disebut langka. Namun, berdasarkan data BMKG, di Bali hanya bisa mengamati gerhana matahari sebagian. BMKG meminta masyarakat yang ingin mengamati fenomena langka itu harus menggunakan kacamata khusus yang dapat memfilter radiasi.

Baca juga: Dampak gerhana matahari hibrida: Waspada banjir rob di sejumlah daerah Indonesia
Baca juga: Gerhana matahari hibrid adalah? dapat diamati di Pulau Kisar MBD

Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat agar tidak mengamati gerhana matahari itu dengan mata secara langsung karena radiasi matahari dapat merusak mata. Masyarakat di wilayah Bali dapat mengamati gerhana matahari sebagian, sedangkan gerhana matahari total dapat diamati di Pulau Biak, Papua, dan Pulau Kisar, Maluku, dengan durasi puncak masing-masing satu menit dua detik dan satu menit lima detik.


 

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024