Mataram (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, menegaskan bahwa tidak ada "matahari kembar" dalam tubuh partai berlambang mercy itu.
Hal ini ditegaskan Sekretaris I Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi DPP Partai Demokrat, Si Made Rai Edi Astawa, ketika menjelaskan maksud ucapan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhono (SBY), yang menyebut matahari di Partai Demokrat hanya satu, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, di Mataram, Senin.
Astawa mengatakan, Demokrat telah sukses melaksanakan transisi kepemimpinan secara demokratis dan konstitusional dari SBY ke AHY. Meski ada upaya pengambilalihan partai melalui Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD) yang dipimpin oleh Moeldoko beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut justru menjadi bukti kuatnya sistem dan kepemimpinan di Demokrat.
"Partai Demokrat sudah sukses dalam proses suksesi kepemimpinan dari SBY kepada Ketua Umum AHY dengan mulus, baik, dan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Hal tersebut menjadi bukti bahwa Demokrat tidak memiliki persoalan komando maupun dualisme kepemimpinan," ujarnya.
Baca juga: SBY tegaskan matahari Partai Demokrat hanya satu
Ia menyatakan istilah "matahari kembar" yang pernah disampaikan SBY merupakan pesan internal sekaligus edukasi politik kepada publik agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dalam tubuh partai. Keberadaan satu pusat komando menjadi kunci soliditas dan efektivitas organisasi.
"Kalau ada matahari kembar, soliditas, dan solidaritas tidak akan tercapai. Tapi, di Demokrat itu tidak terjadi. Mataharinya satu, di bawah arahan Ketua Umum," kata dia.
Menurutnya, hubungan antara SBY dan AHY selalu berjalan harmonis dan saling menghormati. Di mana SBY berperan sebagai pembina dan mentor sekaligus orang tua dari AHY. Namun, secara keputusan akhir dan kewenangan partai tetap berada di tangan kendali ketua umum partai politik itu, yakni AHY.
Baca juga: Demokrat bersama Prabowo harus jadi bagian dari solusi-kemajuan
Oleh karena itu, seluruh mekanisme pengawasan, kewenangan serta tanggung jawab jabatan di Partai Demokrat sudah di atur dalam AD/ART partai. Termasuk, dalam pengelolaan DPD, DPC, fraksi, sampai dengan struktur partai lainnya.
"Jadi, tetap matahari satu di bawah ketua umum, AHY," katanya.
Sebelumnya Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY menegaskan bahwa matahari atau pucuk pimpinan di Partai Demokrat hanya satu, yakni AHY.
SBY mengatakan hal itu saat memulai pidatonya dalam Perayaan Natal Nasional dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat. Adapun AHY tidak bisa menghadiri acara itu lantaran sedang bertugas sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
"Seharusnya yang menyampaikan sambutan utama adalah pemimpin Partai Demokrat, Bung Agus Harimurti Yudhoyono. Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior, mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY," kata SBY di Jakarta, Senin malam (12/1).
Baca juga: Demokrat NTB ingatkan etika medsos usai SBY dituding dalang dibalik isu ijazah Jokowi