Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Seorang siswi SMP di Lombok Tengah, IS (15), diduga menjadi korban pemerkosaan oleh preman kampung Serewe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, JM (42) saat berkemah di Pantai Kaliantan pada Minggu (30/4) sekitar pukul 00.30 Wita.

Dalam aksinya, sebelum melampiaskan nafsu bejatnya, terduga pelaku sempat mengancam korban akan dibunuh kalau tidak melayani nafsu bejatnya. 

Kapolsek Jerowaru Ipda Yudha melalui Kasi Humas Polres Lotim, Iptu Nicolas Oesman saat dikonfirmasi, Senin, membenarkan adanya laporan dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Pantai Kaliantan. 

"Kasusnya dalam penyelidikan dan telah ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Lotim," ucapnya.

Informasi yang dihimpun, sebelumnya korban meminta izin kepada orang tuanya akan pergi berkemah ke wilayah Senggigi bersama teman-temannya, untuk merayakan Lebaran Ketupat.

Namun justru korban mengurungkan niatnya berkemah di Senggigi dan memilih lokasi Pantai Kaliantan. Sesampai di pantai tersebut, korban mendirikan tenda. 

Di tengah malam tiba-tiba terduga pelaku mendatangi mengganggu korban, sambil mengancam akan membunuh korban kalau menolak melayani nafsu bejatnya.

Korban yang saat itu dalam ketakutan, tak kuasa melawan pelaku karena dalam ancaman akan dibunuh dan melayani pelaku.

Usai menikmati tubuh korban, pelaku langsung meninggalkan korbannya dan rekan-rekannya. Saat pelaku pergi itulah, salah seorang rekan korban menelepon keluarganya kalau dirinya diganggu preman. 

Pacar korban yang mendengar laporan tersebut, marah dan langsung menelepon ke kantor Polsek Jerowaru serta melaporkan bersama keluarga korban. 



 

Pewarta : Dimyati
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024