Jakarta (ANTARA) - Sebersit kecewa yang pernah muncul setelah Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 beberapa waktu lalu akhirnya terobati dengan sekeping emas bergengsi yang berhasil dipetik Timnas U22 di Stadion Olimpiade, Phnom Penh, Kamboja, Selasa malam.

Garuda Muda yang dipoles tangan dingin Indra Sjafri  sukses mempecundangi Thailand yang selama ini selalu menjadi momok kesebelasan Indonesia di babak final. Berdasarkan catatan, dari tiga kali final SEA Games yakni di tahun 1991, 1997 dan 2013 Indonesia selalu bertekuk lutut dari Thailand.

Namun, pada edisi kali ini Timnas U22 mengakhiri puasa gelar yang telah meredup selama berpuluh tahun itu dengan kemenangan manis 5-2 sekaligus membalaskan "dendam" pada musuh bebuyutannya.

Laga penuh drama itu dibuka langsung dengan dwigol Ramadhan Sananta yang diciptakan pada menit ke-20 dan menit ke-47. Namun Thailand sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-65 melalui sundulan Anan Yodsangwal menyambut tendangan sudut yang dilepaskan Channarong Promsrikaew.

Keberuntungan Thailand masih berlanjut ketika Yotsakon Burapha mampu menyamakan skor menjadi 2-2 sehingga memaksa laga lanjut ke extra time.

Saat extra time, Indonesia mendapat gol ketiganya lewat Irfan Jauhari dan sempat berbuntut keributan di bench kedua tim. Kartu merah bertebaran dari kantong wasit untuk kedua tim karena membuat gaduh suasana. Dua pemain, masing-masing dari Thailand dan Indonesia, diusir wasit. Beberapa ofisial tim juga kena kartu merah. Skor 3-2 bertahan hingga jeda.

Selepas istirahat, Indonesia kembali mencetak gol keempat melalui Fajar Fathur Rachman dan terakhir Beckham Putra ikut mencatatkan namanya di papan skor demi memastikan kemenangan 5-2 Garuda Muda hingga laga bubar.

Sesaat sebelumnya di tempat yang sama, timnas Vietnam memastikan meraih perunggu setelah menggulung Myanmar 3-1.

Gol Vietnam dicetak Ho Van Cuong yang memborong dua gol di menit ke-9 dan ke-34 dan Van Khang Khuat di menit ke-56. Sementara satu gol Myanmar dicetak oleh Aung Myo di menit ke-88.

Beralih ke cabang-cabang olahraga lainnya yang juga berjasa menyumbang medali emas untuk kontingen Merah Putih, yakni jet ski, gulat, voli pantai, angkat besi dan pastinya ladang emas tradisional bulu tangkis.

Dari cabang jet ski yang digelar di perairan Sokha Beach, Sihanoukville Kamboja, Aero Sutan Aswar menjadi kontributor emas satu-satunya untuk cabang olahraga itu setelah menjadi yang terbaik di nomor endurance runabout open.


Aero sukses menyisihkan andalan Thailand Theerapong Pimpawat yang harus puas dengan medali perak. Sementara perunggu diraih atlet Merah Putih lainnya, Aqsa Sutan Aswar, yang merupakan saudara kandung dari Aero. Aqsa juga meraih perunggu pada nomor runabout stock.

Perolehan medali dari cabang olahraga jet ski ini sedikit meleset dari target meraup tiga emas dalam pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Selanjutnya, dari gulat yang digelar di Chroy Changvar Convention Centre, Phnom Penh, pegulat-pegulat Indonesia kembali mempersembahkan sejumlah medali pada hari terakhir pertandingan cabang olahraga itu, diantaranya melalui Randa Riandesta yang sukses menyabet emas di kelas 79kg putra gaya bebas.

Gulat juga menyumbang perak melalui Hamka yang turun di kelas 65 kg putra gaya bebas dan Zainal Abidin di kelas 61 kg gaya bebas putra. Secara keseluruhan, cabang olahraga gulat telah menyumbang 6 emas, 6 perak, dan 2 perunggu. Hasil ini melebihi target dari yang dicanangkan yakni dengan 2 emas, 3 perak, 4 perunggu.

Selain Randa Riandesta, emas juga berhasil diraih pegulat Indonesia yang turun di gaya Yunani-Romawi yakni Suparmanto (63 kg), Muhammad Aliansyah (67 kg), Andika Sulaeman (77 kg), Lulut Gilang Saputra (87 kg), dan Mutiara Ayuningtyas yang turun di kelas 53kg gaya bebas putri.

Prestasi gulat di Kamboja ini jauh meningkat dibandingkan dengan capaian di SEA Games XXXI/2021 Vietnam yakni dengan 2 perak dan 1 perunggu.

Sekeping emas juga dipersembahkan dari regu voli pantai Indonesia yang memastikan juara setelah di final menundukkan Thailand di kawasan pantai Sihanokville.

Emas di SEA Games edisi ke-32 ini adalah medali emas yang kedelapan yang diraih tim voli pantai Indonesia secara beruntun sepanjang penyelenggaraan pesta olahraga multi cabang tingkat regional Asia Tenggara tersebut.

Sedikit meleset dari target cabang angkat besi di Kompleks National Olympic Stadium, Phnom Penh.  Dua liter asal Aceh Muhammad Zul Ilmi dan Nurul Akmal harus puas pulang dengan medali perak, masing-masing untuk kelas 89 kg putra dan 71 kg putri.

Zul Ilmi gagal mempertahankan emas yang diraihnya saat SEA Games sebelumnya di Vietnam setelah medali emas untuk nomor yang diikutinya digondol liter Vietnam Quoc Toan Nguyen. Sementara Nurul Akmal belum mampu menyaingi lifter asal Thailand Duangaksorn Chaidee.

Selain dua perak melalui Muhammad Zul Ilmi dan Nurul Akmal, angkat besi juga telah berkontribusi menyumbang 5 emas masing-masing melalui Eko Yuli Irawan (61kg putra), Rizki Juniansyah (73kg putra), Rahmat Erwin Abdullah (81kg putra), Juliana Klarisa (55kg putri), dan Tsabitha Alfiah Ramadani (64kg putri).

Sisanya empat perunggu melalui Muhammad Husni (55kg putra), Mohammad Yason (67kg putra), Luluk Diana Tri Wijayana (49kg putri), dan Restu Anggi (71kg putri).


Sementara itu, di Prek Kampot, Kampot City, tempat berlangsungnya cabang olahraga traditional boat race (TBR), atlet-atlet Merah Putih kembali menyumbang medali emas ketiga untuk kontingen Indonesia di SEA Games 2023 melalui nomor 800m 12 crew terbuka setelah mereka menjadi yang tercepat dengan catatan total waktu 7 menit 08, 240 detik dari dua kali race.

Dengan tambahan satu emas di hari terakhir menjelang penutupan, tim TBR Indonesia telah merebut tiga medali emas. Sebelumnya, Indonesia meraih emas dari nomor 250 meter 12 crew putra U24 dan dari nomor 500m 12 crew terbuka. Hasil ini merupakan prestasi tersendiri bagi Indonesia khususnya jajaran Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI).

Kucuran emas untuk pundi-pundi kontingen Indonesia mengalir deras dari cabang andalan bulu tangkis.

Pada hari ini ganda putra Indonesia Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Pramudya Kusumawardana menyempurnakan raihan empat emas beruntun pada laga final setelah mengandaskan perlawanan duet Thailand Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul dengan dua set langsung 21-17 dan 21-19.

Sedangkan untuk nomor ganda putri, pasangan Amalia Cahaya Pratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma menggondol emas usai memenangkan final "all Indonesia" atas rekan kompatriot mereka, Meilysa Trias Puspita Sari/Rachel Allessya Rose. Tiwi/Ana menyelesaikan pertandingan melalui dua set langsung dengan skor 21-17 dan 21-16.

Final "all Indonesia" juga tercipta di nomor tunggal putra yang menampilkan Christian Adinata dan Chico Aura Dwi Wardoyo yang keduanya tetap tampil sepenuh tenaga demi menjadi yang terbaik. Pertandingan itu akhirnya dimenangkan Christian melalui rubber set dengan skor 21-12, 18-21, dan 21-18.

Masih di arena yang sama, pasangan ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati sukses meredam perlawanan pasangan Malaysia Yap Roy King/Cheng Su Yin di babak final melalui rubber set dengan skor 20-22, 21-8, dan 21-16.

Dengan berakhirnya semua pertandingan cabang bulu tangkis pada hari ini, secara total Indonesia berhasil mendulang empat emas, dua perak, dan tiga perunggu SEA Games 2023. Empat emas masing-masing diraih oleh beregu putra, ganda campuran Rehan/Lisa, ganda putri Amalia Cahaya Pratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma, tunggal putra Christian Adinata, dan ganda putra Yeremia/Pramudya.

Sementara, perak diraih oleh ganda putri Meilysa Trias Puspita Sari/Rachel Allessya Rose dan tunggal putra Chico Aura. Selain itu, perunggu diraih oleh tunggal putri Komang Ayu Cahya Dewi dan Ester Nurumi Tri Wardoyo, serta ganda putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.

Klasemen menjelang akhir


Dengan tambahan sejumlah emas ke pundi-pundi kontingen Indonesia dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan hingga Selasa (16/5) malam, Merah Putih masih bercokol di peringkat tiga klasemen sementara perolehan medali SEA Games 2023 dengan total 276 medali terdiri dari 86 emas, 81 perak dan 109 perunggu.

Sehari menjelang penutupan pada Rabu (17/5), posisi ketiga tersebut tampaknya cukup aman bagi Indonesia dari kejaran tuan rumah Kamboja yang bercokol di posisi keempat hingga SEA Games 2023 nanti secara resmi ditutup. Emas Kamboja masih terpaut 5 keping dari Indonesia dan agak sulit untuk menutup defisit dengan semakin banyak cabang olahraga yang telah mengakhiri kompetisinya.

Sedangkan di puncak klasemen Vietnam masih perkasa memimpin dengan 136 emas, sedangkan posisi runner-up dihuni Thailand dengan 108 emas.

Dengan emas sepak bola berhasil digenggam Garuda Muda, perolehan medali emas melebihi yang telah ditargetkan berikut posisi akhir klasemen yang juga sesuai harapan, maka SEA Games 2023 di Kamboja menjadi sukses tersendiri bagi dunia olahraga Indonesia saat ini.

Langkah berikutnya menata ulang kekuatan menyongsong perhelatan yang sama dua tahun kemudian di Thailand.
 

Pewarta : Junaydi Suswanto
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024