Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengajak para pelaku industri kecil menengah memiliki inovasi untuk memasarkan produk secara digital melalui pemanfaatan aplikasi tik tok shop. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan Sri Budi Santosa di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya berupaya memperkuat industri kecil dan menengah dengan memberikan pelatihan pada 30 pelaku IKN seperti industri kuliner, mode, dan keahlian (craf).

"Seperti diketahui, tik tok shop kini menjadi salah satu platform aktivitas jual-beli daring yang banyak digemari para pemilik bisnis, terutama bisnis skala kecil dan menengah," katanya.

Dikatakan, penggunaan aplikasi tik tok ini dinilai memiliki dampak positif bagi industri kecil menengah, khususnya dari segi peningkatan penjualan. "Industri kecil menengah harus bisa membuat suatu inovasi atau terobosan baru untuk memperluas pemasaran mereka dan pada akhirnya bisa menjadi sarana memperbesar usaha mereka," katanya.

Sri Budi Santosa yang akrab disapa SBS berpesan pada peserta untuk melakukan upaya peningkatan mutu kualitas produk, layanan, dan jasa pada konsumen agar industri yang mereka miliki dapat berjalan dengan seimbang. "Kami terus memotivasi 8.280 IKM binaan untuk memanfaatkan teknologi. Kami berharap hal ini bisa memperluas pemasaran produk-produk mereka, dengan jangkauan pemasaran tidak terbatas," katanya.

Baca juga: Pemkot Pekalongan pastikan harga kebutuhan pokok turun
Baca juga: Pekalongan kembali gelar operasi pasar murah Ramadhan

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Pekalongan Inggit Soraya menyampaikan apresiasi pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja yang terus berusaha meningkatkan pertumbuhan industri kecil menengah. "Saya juga melihat respon dari industri kecil menengah sangat luar biasa. Ini artinya mereka benar-benar serius terjun ke dunia yang mereka pilih, tidak hanya coba-coba," katanya.


 

Pewarta : Kutnadi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024