Mataram (Antara NTB) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Zainul Majdi meminta agar daerahnya bisa diikutsertakan dalam proses divestasi terakhir tujuh persen saham PT Newmont Nusa Tenggara.

"Memang belum bicara posisi daerah, tetapi kita meminta bisa diikutsertakan dalam divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT)," kata Zainul Majdi di Mataram, Selasa.

Menurut dia, sebagai lokasi berdirinya tambang PT NNT, Pemprov NTB tentu berharap pemerintah bisa memberikan sisa tujuh persen saham tersebut bisa dimiliki daerah, seperti pada saat provinsi ini memperoleh 24 persen saham pada 2010.

"Posisi waktu itu pemerintah pusat ingin membeli, kita tidak keberatan. Tetapi pada waktu itu kita juga menyampaikan kepada Menteri Keuangan agar daerah diberikan kesempatan, tujuannya agar masyarakat daerah ini ikut merasa diperhatikan pemerintah karena lokasi tambang berada di NTB," jelasnya.

Karena itu, katanya, jika pemerintah kembali memberikan kesempatan kepada daerah untuk memiliki 31 persen (dari yang sekarang 24 persen) saham Newmont, tentu pemerintah daerah akan bersyukur.

Meski, katanya, jika benar rencana itu diserahkan ke daerah, pihaknya belum memikirkan cara terbaik untuk memperoleh tujuh persen saham milik perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

"Yang jelas kita bersukur kalau itu diberikan kepada daerah. Paling tidak sama atau lebih baik dari skema sebelum kita memperoleh 24 persen saham, meski pada waktu itu tanpa mengeluarkan dana. Tetapi, minimal NTB bisa diberikan kesempatan seperti itu atau lebih baik dari itu," katanya.

Untuk itu, kata dia, menindaklanjuti rencana ini, dalam waktu dekat dirinya akan segera bersurat ke pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) dan Menteri ESDM dengan harapan pemerintah daerah bisa ikut dilibatkan dalam proses divestasi PT NNT.

"Saat ini kita lagi menunggu perkembangan. Tapi kalau ada pembahasan divestasi, kita juga ingin tahu dan akan bersurat ke pemerintah pusat dengan harapan ada kejelasan soal divestasi itu," katanya. (*)

Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Nur Imansyah
Copyright © ANTARA 2024