Jakarta (ANTARA) - Pameran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Pekan Raya Jakarta Kemayoran, Jakarta Pusat menyesuaikan jadwal operasional dengan pelaksanaan ibadah saat Idul Adha 1444 Hijriah. Berdasarkan pengumuman penyesuaian jam operasional PRJ yang diterima di Jakarta, Sabtu, pameran di Pekan Raya Jakarta saat Idul Adha pada Kamis (29/6), mulai dibuka pukul 14.00 sampai 23.00 WIB dan malam takbiran Idul Adha, Rabu (28/6) akan tutup lebih awal yakni pukul 20.00 WIB.

Selanjutnya, jam operasional Pekan Raya Jakarta pada Jumat (30/6) dimulai pukul 10.00 sampai 23.00 WIB. Pekan Raya Jakarta pada Idul Adha nanti tetap menghadirkan banyak stan bermacam produk dan kuliner nusantara, hingga aneka wahana permainan yang dapat menghibur pengunjung yang datang bersama keluarga, kerabat, maupun pasangan.

Selain itu, terdapat berbagai hiburan lain untuk disaksikan selama Pekan Raya Jakarta 2023 di antaranya parade karnaval, pesta kembang api, kontes Putri PRJ (Miss Jakarta Fair), taman lampion kota bercahaya, dan festival pasar malam.

PRJ berlangsung selama 33 hari sejak dibuka Presiden Joko Widodo pada 14 Juni dan baru ditutup nanti pada 16 Juli. Para peserta UMKM dari berbagai daerah turut berpartisipasi menyediakan beragam produknya seperti oleh-oleh khas nusantara, untuk meningkatkan omzet dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Salah satunya, stan Tiara yang terletak di area Hall C Jakarta International Expo Kemayoran. Sang pemilik, Sri mengatakan Tiara merupakan salah satu UMKM binaan Dinas UMKM di Jawa Tengah yang rutin mengikuti pameran di Pekan Raya Jakarta. "Kami rutin ikut PRJ sudah 16 tahun. Antusiasme pengunjung sejak awal cukup bagus ya, keliatan orang-orangnya sudah ramai yang datang," kata Sri di Jakarta, Jumat (23/6).

Sri mengatakan tahun ini, produk Tiara yang paling banyak dicari oleh para pengunjung adalah makanan ringan seperti kerupuk ikan tenggiri, tahu bakso, lumpia, petis. Dalam satu pekan pertama, menurut Sri, stan miliknya bisa memperoleh omzet hingga Rp250.000 saat hari biasa (weekday) dan Rp500.000 saat libur akhir pekan (weekend). Dia pun berharap omzet tersebut bisa naik lagi selama gelaran Jakarta Fair berlangsung.

"Saya melihat memang ada bukti nyata pameran ini sangat membantu pelaku UMKM untuk mendongkrak perekonomian, baik Jakarta atau nasional. Targetnya omzet semakin bagus, apalagi kondisi sekarang ini baru memulai lagi pascapandemi," kata Sri.

Di tempat lainnya, stan Sinjaya pun turut menampilkan beragam oleh-oleh khas nusantara. Pelaku UMKM binaan PT Jasa Marga itu turut menampilkan produk-produk andalannya di area Open Space dan Hall C JI-Expo Kemayoran. "Produk yang biasa dicari itu getas, kuku macan, bakso goreng (basreng), singkong balado. Semua harga kami untuk satu ukuran Rp35.000, kalau beli tiga Rp100.000," kata Melissa, pengelola Sinjaya.

Baca juga: Kemenkumham Sumut kerja sama dengan DJKI
Baca juga: Mendagri minta para bupati bangkitkan sektor UMKM

Melissa menuturkan, antusiasme warga mengunjungi Pekan Raya Jakarta 2023 sudah cukup bagus. Dia pun berharap omzet Sinjaya bisa melesat selama liburan nanti. "Jakarta Fair itu kan memang event satu tahunan yang memang ditunggu-tunggu banyak orang ya, termasuk Sinjaya. Semoga kami bisa menyentuh target lah di tahun ini, karena situasi perekonomian juga terlihat mulai membaik," kata Melissa.


Pewarta : Abdu Faisal
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024