Polimedia bangun "teaching factory"
Rabu, 30 Agustus 2023 17:24 WIB
Direktur Polimedia Tipri Rose Kartika saat soft launching 'teaching factory'" di Gedung Produksi Polimedia, Jakarta, Rabu (30/8/2023). (FOTO ANTARA/Feru Lantara)
Jakarta (ANTARA) - Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) bersama PT Indofood CBP Sukses Makmur membangun "teaching factory" atau pembelajaran berbasis industri teknologi pengemasan, sebagai tindak lanjut kerja sama yang telah dilakukan sejak tahun 2021.
"Soft launching 'teaching factory' ini menjadi langkah terkini Polimedia terkait kolaborasi bersama industri yang semakin baik dan membantu kami dalam mempersiapkan SDM unggul dan terampil," kata Direktur Polimedia Tipri Rose Kartika di Gedung Produksi Polimedia, Jakarta, Rabu.
Rangkaian kerja sama, kata dia, dimulai dengan memberikan kompetensi teknis dasar yang menyelaraskan kurikulum dengan industri. Selanjutnya kurikulum tersebut meningkatkan kualitas dari pembelajaran dan SOP yang tepat sehingga dapat dilaksanakan dengan efisien.
Tipri Rose menambahkan magang industri juga turut mengembangkan kemampuannya secara hardskill dan softskill. Sehingga Teaching Factory ini merupakan wujud dari tahapan sebelumnya, sehingga dibutuhkan kolaborasi yang kuat.
Sementara itu Wakil Divisi PT Indofood CBP Sukses Makmur, Johanes Julia mengatakan awalnya pihaknya bercita-cita membuat sekolah kemasan dan ternyata ada Polimedia yang memiliki bidangnya langsung. "Dari itu kita berangkat untuk bekerja sama," katanya.
Hingga saat ini, PT Indofood CBP Sukses Makmur telah merekrut lulusan Polimedia sebanyak 16 orang. Ke-16 orang tersebut merupakan hasil penjaringan saat melaksanakan magang industri di divisi flexible kemasan perusahaan itu. "Ini memberikan bukti bahwa kerja sama tidak hanya di atas kertas, melainkan proses yang berkelanjutan, sampai penyerapan lulusan," katanya.
Pelaksana Tugas (Plt). Direktur Mitras Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), Kemendikbudristek, Uuf Brajawidagda mengatakan "teaching factory" ini merupakan proses kolaborasi yang baik antara akademik dengan industri, sehingga kerjasama yang diharapkan dari hulu ke hilir dapat berkelanjutan.
Baca juga: UGM cetak puluhan guru besar baru
Baca juga: KBRI Tokyo jajaki kerjasama pendidikan musik
Ia mengatakan PT Indofood CBP Sukses Makmur menjadi salah satu capaian kerja sama yang telah teraktualisasi sampai terbentuknya teaching factory. Hingga awal tahun 2023, Polimedia telah melakukan penandatanganan kerja sama kepada lebih dari 46 mitra DUDI. Pada tahun selanjutnya, diharapkan semakin banyak mitra industri yang membangun teaching factory bersama Polimedia. Tujuannya agar lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dapat dihilirasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat, demikian Uuf Brajawidagda.
"Soft launching 'teaching factory' ini menjadi langkah terkini Polimedia terkait kolaborasi bersama industri yang semakin baik dan membantu kami dalam mempersiapkan SDM unggul dan terampil," kata Direktur Polimedia Tipri Rose Kartika di Gedung Produksi Polimedia, Jakarta, Rabu.
Rangkaian kerja sama, kata dia, dimulai dengan memberikan kompetensi teknis dasar yang menyelaraskan kurikulum dengan industri. Selanjutnya kurikulum tersebut meningkatkan kualitas dari pembelajaran dan SOP yang tepat sehingga dapat dilaksanakan dengan efisien.
Tipri Rose menambahkan magang industri juga turut mengembangkan kemampuannya secara hardskill dan softskill. Sehingga Teaching Factory ini merupakan wujud dari tahapan sebelumnya, sehingga dibutuhkan kolaborasi yang kuat.
Sementara itu Wakil Divisi PT Indofood CBP Sukses Makmur, Johanes Julia mengatakan awalnya pihaknya bercita-cita membuat sekolah kemasan dan ternyata ada Polimedia yang memiliki bidangnya langsung. "Dari itu kita berangkat untuk bekerja sama," katanya.
Hingga saat ini, PT Indofood CBP Sukses Makmur telah merekrut lulusan Polimedia sebanyak 16 orang. Ke-16 orang tersebut merupakan hasil penjaringan saat melaksanakan magang industri di divisi flexible kemasan perusahaan itu. "Ini memberikan bukti bahwa kerja sama tidak hanya di atas kertas, melainkan proses yang berkelanjutan, sampai penyerapan lulusan," katanya.
Pelaksana Tugas (Plt). Direktur Mitras Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), Kemendikbudristek, Uuf Brajawidagda mengatakan "teaching factory" ini merupakan proses kolaborasi yang baik antara akademik dengan industri, sehingga kerjasama yang diharapkan dari hulu ke hilir dapat berkelanjutan.
Baca juga: UGM cetak puluhan guru besar baru
Baca juga: KBRI Tokyo jajaki kerjasama pendidikan musik
Ia mengatakan PT Indofood CBP Sukses Makmur menjadi salah satu capaian kerja sama yang telah teraktualisasi sampai terbentuknya teaching factory. Hingga awal tahun 2023, Polimedia telah melakukan penandatanganan kerja sama kepada lebih dari 46 mitra DUDI. Pada tahun selanjutnya, diharapkan semakin banyak mitra industri yang membangun teaching factory bersama Polimedia. Tujuannya agar lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dapat dihilirasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat, demikian Uuf Brajawidagda.
Pewarta : Feru Lantara
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PGSD STKIP Taman Siswa Bima matangkan strategi kuliah semester genap 2025/2026
27 February 2026 10:55 WIB
Qori dan Qoriah Internasional menginspirasi kampus, UM Bima gaungkan generasi Qur'ani
26 February 2026 21:27 WIB
Tanpa sensasi, Dosen STKIP Taman Siswa Bima ini tembus jabatan Lektor Kepala
26 February 2026 21:08 WIB
STKIP Tamsis Bima perketat hibah, Riset Dosen wajib tembus sinta dan scopus
06 February 2026 14:40 WIB
Prabowo janjikan 10 kampus baru, Kerja sama pendidikan Indonesia--Inggris diperluas
22 January 2026 5:09 WIB