BUMN memperkuat pengembangan Bank Sampah di Mandalika
Rabu, 11 Oktober 2023 13:19 WIB
Warga saat membawa Sampah di Bank Sampah Putri Nyale, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/Akhyar Rosidi)
Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - BUMN PT Reasuransi Indonesia Utama terus melakukan pembinaan dalam rangka memperkuat pengembangan Bank Sampah Putri Nyale di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kami melaksanakan program ini untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat di KEK Mandalika," kata TJSL Departemen Head IndonesiaRea Karno Erson Prijono di Praya, Rabu.
Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, karena program yang dilaksanakan sudah berkembang sesuai dengan harapan. Untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah menjadi tabungan emas memang butuh proses.
"Mengubah pola masyarakat untuk memilah sampah itu butuh proses," katanya.
Ia mengatakan Kawasan Ekonomi Mandalika telah menjadi proyek strategis Nasional, sehingga pihaknya terus melaksanakan program untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, termasuk pembentukan Bank Sampah.
"Bank Sampah ini diharapkan bisa mendukung pengembangan pariwisata di Mandalika," katanya.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Putri Nyale Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Hanila mengatakan berbagai macam jenis sampah mulai dari plastik, kardus, botol Bir, besi bisa dijadikan tabungan emas.
"Semua sampah yang bisa didaur ulang bisa di tabung di Bank Sampah," katanya.
Ia mengatakan, Bank Sampah ini telah berjalan selama setahun dengan jumlah nasabah sudah mencapai 200 orang yang merupakan warga di lingkar Mandalika. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan pengelolaan homestay, restoran dan sekolah.
"Dari 200 nasabah itu sebanyak 100 orang telah mendapatkan tabungan emas dan telah bisa dicairkan," katanya.
Ia mengatakan jumlah sampah di kawasan Mandalika cukup banyak, sehingga pihaknya juga melakukan jemput bola dalam pengumpulan sampah untuk mempermudah masyarakat.
"Setelah diolah di Bank Sampah, baru kemudian di jual ke luar daerah atau ke Jawa," katanya.*
"Kami melaksanakan program ini untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat di KEK Mandalika," kata TJSL Departemen Head IndonesiaRea Karno Erson Prijono di Praya, Rabu.
Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, karena program yang dilaksanakan sudah berkembang sesuai dengan harapan. Untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah menjadi tabungan emas memang butuh proses.
"Mengubah pola masyarakat untuk memilah sampah itu butuh proses," katanya.
Ia mengatakan Kawasan Ekonomi Mandalika telah menjadi proyek strategis Nasional, sehingga pihaknya terus melaksanakan program untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, termasuk pembentukan Bank Sampah.
"Bank Sampah ini diharapkan bisa mendukung pengembangan pariwisata di Mandalika," katanya.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Putri Nyale Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Hanila mengatakan berbagai macam jenis sampah mulai dari plastik, kardus, botol Bir, besi bisa dijadikan tabungan emas.
"Semua sampah yang bisa didaur ulang bisa di tabung di Bank Sampah," katanya.
Ia mengatakan, Bank Sampah ini telah berjalan selama setahun dengan jumlah nasabah sudah mencapai 200 orang yang merupakan warga di lingkar Mandalika. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan pengelolaan homestay, restoran dan sekolah.
"Dari 200 nasabah itu sebanyak 100 orang telah mendapatkan tabungan emas dan telah bisa dicairkan," katanya.
Ia mengatakan jumlah sampah di kawasan Mandalika cukup banyak, sehingga pihaknya juga melakukan jemput bola dalam pengumpulan sampah untuk mempermudah masyarakat.
"Setelah diolah di Bank Sampah, baru kemudian di jual ke luar daerah atau ke Jawa," katanya.*
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tragis di Sekotong: Jenazah hangus di tumpukan sampah ternyata ibu, dibunuh anak kandung
27 January 2026 10:02 WIB
Polisi selidiki temuan jenazah hangus di pinggir jalan Sekotong Lombok Barat
26 January 2026 15:12 WIB
Tajuk ANTARA NTB - Tempah Dedoro dan ujian keseriusan Kota Mataram kelola sampah
26 January 2026 7:18 WIB