Lubuk Sikaping,- (ANTARA) -
Ratusan rumah warga di Panapa, Nagari (Desa) Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Batang Panapa pada Sabtu (2/12) malam sekitar pukul 21.30 WIB.
 
Air yang merendam rumah warga setinggi setengah meter sampai satu meter. Sementara kondisi jalan utama dekat Pasar Lubuk Sikaping tidak bisa dilewati karena air cukup tinggi hingga Minggu (3/12) dini hari pukul 02.00 WIB.
 
"Rumah kami terendam banjir. Kami terkepung dalam rumah karena air di luar cukup tinggi," kata salah seorang warga Panapa Lubuk Sikaping Rika (39).
 
Menurut dia, air Sungai Batang Panapa mulai naik pada Sabtu (2/12) pukul 20.30 WIB karena dipicu hujan lebat sejak sore. Perlahan-lahan air naik dan sampai ke badan jalan. Puncaknya sekitar pukul 21.30 WIB air meluap hingga ke jalan dan masuk ke dalam rumah warga.
 
"Anak-anak sementara kami ungsikan ke lantai dua rumah karena bagian bawah terendam air. Untuk keluar rumah juga tidak bisa karena air masih tinggi dan deras di depan halaman rumah," katanya.
 
Warga lainnya Tria mengatakan baru saat ini banjir begitu besar melanda Panapa, Lubuk Sikaping. Selain itu, juga ada potongan kayu yang menutupi aliran air di jembatan Sungai Panapa.
 
"Potongan kayu begitu banyak. Kayu besar juga menutupi aliran air di bawah jembatan sehingga air meluap ke atas dan merendam rumah warga," katanya.

Baca juga: BPBD Semarang catat kerugian Rp800 juta dari banjir bandang
Baca juga: Jalan terisolasi akibat banjir bandang terbuka di Aceh Tenggara
 
Hingga Minggu (3/11) dini hari belum ada petugas yang memberikan pertolongan. Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Alim Bazar saat dihubungi via telepon belum merespons.
 

 
 

Pewarta : Altas Maulana
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024