Pemkab Lombok Timur mengecek kesiapan petugas hadapi bencana
Senin, 4 Desember 2023 19:52 WIB
Foto bersama PJ Bupati Lombok Timur, Provinsi NTB, HM Juaini Taofik (Tengah) saat apel kesiapsiagaan bencana alam di Selong, Senin (4/12/2023) (ANTARA/HO-Humas Pemkab Lombok Timur).
Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama aparat gabungan TNI Polri dan BPBD menggelar apel kesiapsiagaan dalam rangka mengecek kesiapan petugas dalam menghadapi potensi bencana alam pada musim hujan 2023-2024.
Penjabat Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik di Selong Senin mengatakan, apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap perubahan cuaca dan iklim yang ada di Lombok Timur, mengingat potensi kebencanaan selama musim hujan selalu ada.
"Pemerintah harus memastikan daerah Lombok Timur aman dan terkendali dari bencana alam," katanya saat apel di halaman kantor bupati setempat.
Selain melakukan pengecekan personel, apel kesiapsiagaan ini juga untuk melakukan pengecekan bagaimana kesiapsiagaan dari sisi Sarana dan Prasarana (Sarpras).
"Kita tidak saja fokus pada potensi bencana di darat, melainkan juga wilayah laut dan perairan air tawar," katanya.
Ia mengatakan, koordinasi dengan Polisi Air dan Udara (Polairud) serta unsur lainnya diminta tetap menjadi perhatian bersama, sehingga manakala terjadi bencana alam, semua SDM bisa dengan cepat digerakkan.
"Petugas harus tetap siap siaga jika terjadi bencana alam," katanya.
Bukan itu saja, masyarakat pun diberikan pemahaman, agar sama-sama bertanggungjawab untuk mencegah dan mengatasi terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor maupun pohon tumbang.
"Kita imbau masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan kita, sehingga tidak terjadi bencana alam," katanya.
Penjabat Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik di Selong Senin mengatakan, apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap perubahan cuaca dan iklim yang ada di Lombok Timur, mengingat potensi kebencanaan selama musim hujan selalu ada.
"Pemerintah harus memastikan daerah Lombok Timur aman dan terkendali dari bencana alam," katanya saat apel di halaman kantor bupati setempat.
Selain melakukan pengecekan personel, apel kesiapsiagaan ini juga untuk melakukan pengecekan bagaimana kesiapsiagaan dari sisi Sarana dan Prasarana (Sarpras).
"Kita tidak saja fokus pada potensi bencana di darat, melainkan juga wilayah laut dan perairan air tawar," katanya.
Ia mengatakan, koordinasi dengan Polisi Air dan Udara (Polairud) serta unsur lainnya diminta tetap menjadi perhatian bersama, sehingga manakala terjadi bencana alam, semua SDM bisa dengan cepat digerakkan.
"Petugas harus tetap siap siaga jika terjadi bencana alam," katanya.
Bukan itu saja, masyarakat pun diberikan pemahaman, agar sama-sama bertanggungjawab untuk mencegah dan mengatasi terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor maupun pohon tumbang.
"Kita imbau masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan kita, sehingga tidak terjadi bencana alam," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lombok Tengah dan Lombok Timur bersatu lawan bencana di wilayah perbatasan
13 February 2026 12:42 WIB
Banjir dan longsor terjang Kabupaten Bima, Satu warga tewas, 89 jiwa terdampak
12 February 2026 22:00 WIB
Tak mau kecolongan, Mataram bangun menara pantau peringatan dini bencana di pantai
06 February 2026 17:29 WIB
Bencana 52 kali terjadi di NTB, Legislator desak penguatan sistem peringatan dini
05 February 2026 18:06 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pengelolaan sampah Nasional naik ke 24,95 persen, Target 100 persen masih jauh
11 February 2026 17:18 WIB
Sebanyak 1,67 juta orang diprediksi padati Ketapang--Gilimanuk pada Lebaran
11 February 2026 6:40 WIB