Pemimpin Korut meminta pasukannya bersiap hadapi perang lawan AS
Jumat, 29 Desember 2023 10:43 WIB
Arsip - Presiden Korea Utara Kim Jong-un tiba di Vladivostok, Rusia. (Anadolu Agency)
Ankara (ANTARA) - Pemimpin Korea Utara (Korut) meminta pasukan bersenjatanya untuk bersiap menghadapi perang melawan Amerika Serikat saat dirinya menyalahkan Washington atas ketegangan terbaru di Semenanjung Korea, kata media yang dikelola pemerintah pada Kamis.
Pada hari kedua Rapat Pleno ke-9 Komite Sentral Partai Pekerja Korea (WPK) ke-8 pada Rabu, Kim Jong-un mengatakan bahwa AS terlibat dalam konfrontasi "yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap Korut.
Kim "menetapkan tugas-tugas bagi Tentara Rakyat dan industri amunisi, senjata nuklir dan sektor pertahanan sipil untuk lebih mempercepat persiapan perang," kata Kim sebagaimana dikutip oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Dia mengatakan situasi politik dan militer telah mencapai tingkat yang ekstrem akibat langkah anti-Korut yang dilakukan AS.
Kim juga berjanji akan memperluas hubungan kerja sama strategis dengan "negara-negara merdeka anti-imperialis."
Baca juga: China respon rudal balistik Korut, Semenanjung Korea sangat kompleks
Baca juga: China, Korut gelar pembicaraan tingkat tinggi di tengah uji coba rudal
Baca juga: Korut tampilkan rudal balistik dan nuklir taktis pada parade militer
Pekan lalu, Kim memperingatkan bahwa negaranya "tidak akan ragu untuk meluncurkan serangan nuklir jika ada "musuh" yang memprovokasinya dengan nuklir.
Pyongyang baru-baru ini melakukan uji coba meluncurkan rudal balistik antarbenua Hwasong-18 berbahan bakar propelan padat, yang meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
Sumber: Anadolu
Pada hari kedua Rapat Pleno ke-9 Komite Sentral Partai Pekerja Korea (WPK) ke-8 pada Rabu, Kim Jong-un mengatakan bahwa AS terlibat dalam konfrontasi "yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap Korut.
Kim "menetapkan tugas-tugas bagi Tentara Rakyat dan industri amunisi, senjata nuklir dan sektor pertahanan sipil untuk lebih mempercepat persiapan perang," kata Kim sebagaimana dikutip oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Dia mengatakan situasi politik dan militer telah mencapai tingkat yang ekstrem akibat langkah anti-Korut yang dilakukan AS.
Kim juga berjanji akan memperluas hubungan kerja sama strategis dengan "negara-negara merdeka anti-imperialis."
Baca juga: China respon rudal balistik Korut, Semenanjung Korea sangat kompleks
Baca juga: China, Korut gelar pembicaraan tingkat tinggi di tengah uji coba rudal
Baca juga: Korut tampilkan rudal balistik dan nuklir taktis pada parade militer
Pekan lalu, Kim memperingatkan bahwa negaranya "tidak akan ragu untuk meluncurkan serangan nuklir jika ada "musuh" yang memprovokasinya dengan nuklir.
Pyongyang baru-baru ini melakukan uji coba meluncurkan rudal balistik antarbenua Hwasong-18 berbahan bakar propelan padat, yang meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Katriana
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
AS buka pintu diplomasi dengan Iran di tengah peningkatan militer di Teluk Persia
02 February 2026 12:51 WIB
Iran buka peluang perundingan nuklir dengan AS, Asal kepercayaan dipulihkan
02 February 2026 12:46 WIB
Presiden Trump kukuh pertimbangkan serang Iran meski tiada ancaman langsung
31 January 2026 5:51 WIB