Presiden Jokowi ajak manfaatkan KIP secara optimal persiapkan SDM global
Selasa, 23 Januari 2024 17:46 WIB
Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berdialog dengan salah satu penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam agenda penyerahan bantuan Program Indonesia Pintar di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (23/1/2024). ANTARA/Andi Firdaus
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak orang tua siswa untuk memanfaatkan secara optimal program pembiayaan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global.
"Kita tahu, persaingan ke depan tidak semakin gampang akan semakin sulit. Yang namanya sumber daya manusia itu menjadi kunci persaingan antarnegara, persaingan antar individu dengan individu, anak-anak kita harus sekolah semuanya," kata Presiden Jokowi saat berpidato dalam agenda Penyerahan Bantuan Program Indonesia Pintar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa.
Diikuti dalam jaringan (daring) Sekretariat Presiden di Jakarta, Presiden Jokowi menyebut program KIP yang dialokasikan senilai Rp11 triliun untuk 20 juta siswa SD, SMP, SMA/SMK.
Presiden Jokowi mengatakan KIP bagi pelajar SD diberi bantuan Rp450 ribu per siswa, SMP diberi bantuan anggaran Rp750 ribu per siswa, dan SMA/SMK Rp1,8 juta per siswa setelah mengalami kenaikan anggaran dari sebelumnya Rp1 juta per siswa.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan dana Rp12,8 triliun untuk KIP Kuliah yang kini telah diserap untuk membiayai 960 ribu mahasiswa.
Program pendidikan tersebut juga termasuk beasiswa yang diselenggarakan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk keperluan kuliah di dalam negeri maupun luar negeri.
"Sekali lagi, pemerintah sudah menyediakan ini, jadi harus dimanfaatkan sebesar-besarnya," katanya.
Dalam kesempatan itu Jokowi mengingatkan agar dana KIP dipakai sepenuhnya untuk berbagai hal yang berkaitan dengan kebutuhan sekolah, seperti alat tulis, seragam, hingga buku.
"Untuk beli pulsa boleh ndak? Tidak boleh untuk beli pulsa. Ini diingat semuanya ya," katanya.
Salah satu penerima KIP dari SMK PGRI Blora, Yeni Sujaryani, dalam kesempatan berdialog dengan Presiden mengatakan dirinya mendapat bantuan KIP sejak SD hingga sekarang melalui pendaftaran program tersebut di sekolah.
Baca juga: Komisi Yudisial meraih predikat informatif dari Komisi Informasi Pusat
Baca juga: Gorontalo meraih predikat "Menuju Informatif"
Bantuan senilai Rp1,8 juta dari pemerintah akan ia manfaatkan untuk kebutuhan membeli peralatan sekolah.
"Buku, tas, seragam sama alat tulis," kata Yeni saat ditanya Presiden terkait peruntukan dana KIP yang ia terima.
Yeni mengatakan ingin langsung bekerja setelah lulus SMK untuk membantu orang tua.
Hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
"Kita tahu, persaingan ke depan tidak semakin gampang akan semakin sulit. Yang namanya sumber daya manusia itu menjadi kunci persaingan antarnegara, persaingan antar individu dengan individu, anak-anak kita harus sekolah semuanya," kata Presiden Jokowi saat berpidato dalam agenda Penyerahan Bantuan Program Indonesia Pintar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa.
Diikuti dalam jaringan (daring) Sekretariat Presiden di Jakarta, Presiden Jokowi menyebut program KIP yang dialokasikan senilai Rp11 triliun untuk 20 juta siswa SD, SMP, SMA/SMK.
Presiden Jokowi mengatakan KIP bagi pelajar SD diberi bantuan Rp450 ribu per siswa, SMP diberi bantuan anggaran Rp750 ribu per siswa, dan SMA/SMK Rp1,8 juta per siswa setelah mengalami kenaikan anggaran dari sebelumnya Rp1 juta per siswa.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan dana Rp12,8 triliun untuk KIP Kuliah yang kini telah diserap untuk membiayai 960 ribu mahasiswa.
Program pendidikan tersebut juga termasuk beasiswa yang diselenggarakan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk keperluan kuliah di dalam negeri maupun luar negeri.
"Sekali lagi, pemerintah sudah menyediakan ini, jadi harus dimanfaatkan sebesar-besarnya," katanya.
Dalam kesempatan itu Jokowi mengingatkan agar dana KIP dipakai sepenuhnya untuk berbagai hal yang berkaitan dengan kebutuhan sekolah, seperti alat tulis, seragam, hingga buku.
"Untuk beli pulsa boleh ndak? Tidak boleh untuk beli pulsa. Ini diingat semuanya ya," katanya.
Salah satu penerima KIP dari SMK PGRI Blora, Yeni Sujaryani, dalam kesempatan berdialog dengan Presiden mengatakan dirinya mendapat bantuan KIP sejak SD hingga sekarang melalui pendaftaran program tersebut di sekolah.
Baca juga: Komisi Yudisial meraih predikat informatif dari Komisi Informasi Pusat
Baca juga: Gorontalo meraih predikat "Menuju Informatif"
Bantuan senilai Rp1,8 juta dari pemerintah akan ia manfaatkan untuk kebutuhan membeli peralatan sekolah.
"Buku, tas, seragam sama alat tulis," kata Yeni saat ditanya Presiden terkait peruntukan dana KIP yang ia terima.
Yeni mengatakan ingin langsung bekerja setelah lulus SMK untuk membantu orang tua.
Hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Demokrat NTB ingatkan etika medsos usai SBY dituding dalang dibalik isu ijazah Jokowi
04 January 2026 20:03 WIB
Akademisi mengharapkan gelar perkara khusus akselerasi kasus ijazah Jokowi
18 December 2025 5:16 WIB
Jokowi bertemu Presiden Prabowo selama hampir 2 jam di Kertanegara Jakarta
04 October 2025 19:09 WIB
Jokowi masuk daftar 22 tokoh dunia penasihat Bloomberg, berikut daftarnya
26 September 2025 14:42 WIB
SBY dan Jokowi hadiri upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, Megawati absen
17 August 2025 17:52 WIB