Jakarta (ANTARA) - Lembaga Survey and Polling Indonesia (SPIN) merilis hasil survei terkini, di antaranya elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Gelora meningkat dalam menjelang pemilu 2024.

"PSI mendapatkan elektabilitas empat persen dan Partai Gelora mendapat 3,6 persen. Posisi Gelora berada di atas PPP yang mendapatkan tiga persen. Padahal partai berlambang Ka'bah itu merupakan salah satu partai di Senayan saat ini," kata Direktur Eksekutif SPIN Igor Dirgantara dalam pemaparan daring di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan naiknya elektabilitas dua partai itu karena dampak calon presiden dan calon wakil presiden yang mereka dukung. Kedua partai politik (parpol) itu mendukung pasangan calon nomor urut dua, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Dia mengatakan bukan hanya PSI dan Partai Gelora yang mendapatkan coattail effect dari dukungan politik ke capres, sebab hampir semua partai politik yang mendukung capres-cawapres mendapatkan dampak tersebut, bahkan termasuk Partai Gerindra yang mendapatkan skor tertinggi.

Igor menjelaskan beberapa faktor naiknya elektabilitas Partai Gelora, antara lain program kerja yang dikampanyekan partai itu cenderung bisa diterima oleh masyarakat.

Apalagi semuanya merupakan kebutuhan mereka, seperti, kuliah gratis, subsidi daging, telur dan susu gratis bagi ibu-ibu hamil hingga berantas buta huruf Al Quran.

Sementara PSI, faktor penyebab naiknya elektabilitas partai itu karena program kerakyatan yang dikampanyekan dalam pemilu 2024 cukup efektif diterima publik, selain karena aspek Joko Widodo yang merupakan Presiden RI saat ini.

"Apalagi setelah Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum PSI," ujarnya.

SPIN merilis hasil survei elektabilitas partai politik, yakni Partai Gerindra 21,8 persen, PDIP 18,9 persen, Partai Golkar 9,7 persen, PKB 7,3 persen, Partai NasDem 7,0 persen, PKS 5,1 persen, Partai Demokrat 5,0 persen, PAN 4,0 persen, PSI 4,0 persen, Partai Gelora Indonesia 3,6 persen dan PPP 3,0 persen. Sementara terdapat tujuh parpol lainnya dengan elektabilitas di bawah tiga persen.

Baca juga: KPU Lombok Tengah terima LADK parpol peserta Pemilu 2024
Baca juga: Bawaslu sebut hasil pertemuan dengan PSI soal baliho

Survei SPIN tersebut dilakukan dalam rentang tanggal 28 - 31 Januari 2024, dengan 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Kriteria responden adalah penduduk berusia 17 tahun ke atas atau sudah memiliki KTP.

Metode yang digunakan adalah random digit dialing. Proses survei yang dilakukan melalui telekomunikasi tersebut dilakukan oleh surveyor terlatih dengan bantuan kuesioner. Hasilnya, margin of error sekitar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.


 
 

 

Pewarta : Fauzi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024