Potensi wisata malam di Baturraden Banyumas
Kamis, 8 Februari 2024 7:11 WIB
Ilustrasi - Penari Lengger Banyumasan dengan diiringi musik kentongan tampil dalam kegiatan "Road to Jawara Satria Festival 2022" yang digelar di Wisata Bukit Pertapan, Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (20/9/2022). ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, mempromosikan potensi wisata malam khususnya di kawasan wisata Baturraden sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.
Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Wardoyo di Purwokerto, Banyumas, Rabu, mengakui jika selama ini potensi wisata malam di Baturraden belum digarap secara maksimal.
Dengan demikian, kata dia, wisatawan yang menginap di Baturraden hanya bisa berwisata pada siang hari karena tidak adanya atraksi seni budaya yang bisa disaksikan pada malam hari.
"Kalaupun ada, hanyalah event yang digelar di hotel tempat mereka menginap dan acara-acara lainnya dalam event tahunan maupun event yang tidak terjadwal di Baturraden," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, Dinporabudpar Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan pihak ketiga mencoba untuk menghidupkan wisata malam melalui pergelaran seni budaya pada malam hari di Teropong Kota, Bukit Bintang, Baturraden.
Dalam hal ini, lanjut dia, pihaknya akan menyelenggarakan Gelar Seni Budaya Wayang Kulit dan Lengger Legenda Baturraden setiap malam purnama.
"Untuk pertama kalinya, kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu (24/2) malam berupa 'Babad Legenda Baturraden'," katanya.
Menurut dia, kegiatan perdana tersebut akan menampilkan pergelaran wayang kulit Babad Kamandaka yang dimainkan oleh dalang Ki Panji Laksono Among Carito.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga akan menampilkan Lengger Banyumas, hiburan musik, dan talkshow "Itung Weton".
"Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas kepada para pegiat seni budaya asli Banyumas," kata Wardoyo.
Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Wardoyo di Purwokerto, Banyumas, Rabu, mengakui jika selama ini potensi wisata malam di Baturraden belum digarap secara maksimal.
Dengan demikian, kata dia, wisatawan yang menginap di Baturraden hanya bisa berwisata pada siang hari karena tidak adanya atraksi seni budaya yang bisa disaksikan pada malam hari.
"Kalaupun ada, hanyalah event yang digelar di hotel tempat mereka menginap dan acara-acara lainnya dalam event tahunan maupun event yang tidak terjadwal di Baturraden," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, Dinporabudpar Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan pihak ketiga mencoba untuk menghidupkan wisata malam melalui pergelaran seni budaya pada malam hari di Teropong Kota, Bukit Bintang, Baturraden.
Dalam hal ini, lanjut dia, pihaknya akan menyelenggarakan Gelar Seni Budaya Wayang Kulit dan Lengger Legenda Baturraden setiap malam purnama.
"Untuk pertama kalinya, kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu (24/2) malam berupa 'Babad Legenda Baturraden'," katanya.
Menurut dia, kegiatan perdana tersebut akan menampilkan pergelaran wayang kulit Babad Kamandaka yang dimainkan oleh dalang Ki Panji Laksono Among Carito.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga akan menampilkan Lengger Banyumas, hiburan musik, dan talkshow "Itung Weton".
"Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas kepada para pegiat seni budaya asli Banyumas," kata Wardoyo.
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Garuda futsal tantang Vietnam malam ini, Berikut jadwal perempat final Piala Asia Futsal 2026
03 February 2026 17:51 WIB
Terpopuler - Bencana kepung NTB, Prabowo bicara MBG, malam Nisfu Sya'ban, hingga harga emas naik
03 February 2026 6:02 WIB
Shalat Tasbih, Ibadah sunnah penghapus dosa diamalkan di malam nisfu syaban
02 February 2026 19:53 WIB
Tiga gadis pelajar di Lotim Jadi korban kekerasan seksual saat malam tahun baru
04 January 2026 21:36 WIB