Logo Header Antaranews Mataram

Waspada! Tekanan rendah Australia picu hujan siang hingga malam di NTB

Kamis, 29 Januari 2026 12:41 WIB
Image Print
Ilustrasi - Awan hujan menggelayut di langit diamati di Desa Serangan, Denpasar, Minggu (11/1/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai potensi pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari ke depan akibat pengaruh tekanan rendah di bagian utara Australia.

"Jika dilihat perkembangannya untuk beberapa hari ke depan kemungkinan adanya tekanan rendah di Australia bagian utara," kata Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Ari Wibianto di Mataram, Kamis.

Ari menjelaskan, kemunculan tekanan rendah tersebut dapat membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah selatan Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat.

Awan-awan hujan yang tumbuh akibat pengaruh tekanan rendah berpotensi terjadi secara merata terutama saat siang hingga malam hari.

Baca juga: Fenomena angin kencang di NTB dampak eks Siklon Luana

Pada 29 Januari sampai 4 Februari 2026, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Nusa Tenggara Barat umumnya cerah berawan hingga hujan sedang dengan intensitas 20-50 milimeter per hari.

BMKG mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di sektor pelayaran, pertanian, dan perikanan agar selalu memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Menurut Ari, meski pusat tekanan rendah berada di luar wilayah Indonesia dan jauh dari Nusa Tenggara Barat, namun dampak anomali cuaca tersebut bisa dirasakan langsung melalui awan-awan hujan yang terbentuk secara cepat dan pola hembusan angin permukaan.

Saat ini BMKG mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 98S di Samudera Hindia sebelah selatan Yogyakarta. Sistem siklonik tersebut bergerak ke selatan hingga tenggara menjauhi wilayah Indonesia.

"Potensi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 sampai 72 jam ke depan berada pada kategori rendah," pungkas Ari.

Baca juga: Waspada Siklon Tropis, BMKG sebut sistem 91S kian menguat di NTB
Baca juga: Langit yang tak lagi tenang
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Langit NTB dan ujian ketangguhan



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026