Fenomena angin kencang di NTB dampak eks Siklon Luana

id bmkg,angin kencang,cuaca ekstrem,siklon tropis luana,prakiraan cuaca,cuaca ntb,nusa tenggara barat

Fenomena angin kencang di NTB dampak eks Siklon Luana

Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB Ari Wibianto (kanan) memaparkan hasil analisa tentang anomali cuaca dalam siniar Gerbang Mendengar di kantor ANTARA Biro NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (26/1/2026). ANTARA/Khaerul Arham

Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan fenomena angin kencang dengan kecepatan maksimal 37 kilometer per jam masih dirasakan oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah dampak dari eks Siklon Tropis Luana.

"Kami melihat pengaruh angin kencang saat ini masih ada kaitan dari eks Siklon Tropis Luana," Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB Ari Wibianto dalam Siniar Gerbang Mendengar di Mataram, Senin.

Selain itu, lanjutnya, ada pula gangguan siklonik di lapisan angin atas akibat kemunculan pusat tekanan rendah baru di wilayah Australia sebelah timur.

Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut, menurutnya, masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak Bibit Siklon Tropis 97S sebelumnya.

Baca juga: Gelombang laut NTB mulai kondusif, siklon tropis menjauh

Pada 21 Januari 2025 BMKG menyampaikan kecepatan maksimum angin permukaan yang berhembus di wilayah NTB mencapai 55 kilometer per jam akibat Bibit Siklon Tropis 97S.

Angin kencang tersebut menyebabkan perairan Samudera Hindia sebelah selatan NTB menjadi zona merah pelayaran akibat gelombang laut setinggi empat sampai enam meter.

"Angin kencang di atas 40 kilometer per jam cukup berbahaya karena bisa mengakibatkan ranting-ranting pohon jatuh," kata Ari.

Baca juga: Waspada Siklon Tropis, BMKG sebut sistem 91S kian menguat di NTB

BMKG memprakirakan hembusan angin kencang masih berpotensi terjadi tiga hari ke depan di wilayah NTB akibat dampak dari sistem siklonik di Australia.

Ari mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menghindari area yang banyak terdapat pohon besar, dan berhenti sejenak saat berkendara jika terjadi angin kencang.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca BMKG agar mengetahui kondisi cuaca ke depan apakah masih ada potensi angin kencang atau tidak," ucapnya.

Baca juga: Langit yang tak lagi tenang
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Langit NTB dan ujian ketangguhan

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.