Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan kembali berpotensi mengguyur Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat eksistensi Siklon Tropis Luana yang telah meluruh di wilayah Australia.
Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB Ari Wibianto mengatakan beberapa hari terakhir sempat tidak ada hujan, karena massa udara ditarik oleh siklon tropis yang bergerak ke selatan Australia.
"Saat ini siklon sudah mulai menjauh," ujarnya dalam siniar Gerbang Mendengar ANTARA di Mataram, Senin.
Ari menjelaskan sirkulasi angin di kawasan Nusa Tenggara Barat berangsur normal. Monsun Asia atau angin baratan mulai menguat dan membawa kembali uap air dari Samudera Hindia ke wilayah NTB.
Baca juga: Fenomena angin kencang di NTB dampak eks Siklon Luana
Ketika Siklon Tropis Luana berlangsung di wilayah barat Australia, awan-awan hujan dari Samudera Hindia yang seharusnya mengarah ke NTB justru dibelokkan ke Australia akibat keberadaan pusat tekanan rendah tersebut.
"Angin bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, sehingga awan-awan hujan ketarik siklon tropis membuat langit NTB hanya ditutupi sedikit awan," papar Ari.
Berdasarkan analisa BMKG, daerah yang berpotensi turun hujan dalam beberapa hari ke depan, antara lain Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Bima.
Ari mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG serta mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang terjadi mengingat puncak musim hujan masih berlangsung hingga Februari 2026.
Baca juga: Gelombang laut NTB mulai kondusif, siklon tropis menjauhBaca juga: Waspada Siklon Tropis, BMKG sebut sistem 91S kian menguat di NTB
Baca juga: Langit yang tak lagi tenang
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Langit NTB dan ujian ketangguhan